Belasan penyidik dari OJK dan Korwas PPNS Polri terlihat membawa keluar sejumlah boks dari kantor Mirae Asset Sekuritas di Senayan, Jakarta, Rabu siang kemarin. Penggeledahan ini bukan tanpa alasan. Mereka menduga ada praktik tak sehat terkait pasar modal yang terjadi di sana.
Menurut sejumlah saksi di lokasi, aktivitas itu sudah berlangsung sejak siang. Sekitar pukul tiga sore, boks-boks berisi barang bukti mulai diangkut keluar. Suasana di sekitar gedung perkantoran itu pun tampak tegang.
Transaksi semu saham diduga menjadi biang keroknya. Praktik ini, kata penyidik, diduga telah memanipulasi pergerakan harga saham BEBS di pasar reguler.
“Rangkaian transaksi tersebut diduga menyebabkan harga saham BEBS di pasar reguler meningkat secara signifikan hingga sekitar 7.150 persen,”
kata Direktur Eksekutif Penyidik Sektor Jasa Keuangan OJK, Irjen Daniel Bolly Hyronimus, kepada awak media yang menunggu di lokasi.
Ini bukan kali pertama kantor sekuritas di kawasan elite itu digeledah. Kurang dari sebulan sebelumnya, tepatnya awal Februari, giliran PT Shinhan Sekuritas Indonesia yang jadi sasaran. Sekitar dua puluh personel Bareskrim dengan jaket dan rompi khas mereka mendatangi kantornya.
Mereka membawa boks-boks kosong, yang kemudian keluar berisi barang bukti. Pada boks-boks itu sendiri tertera tulisan jelas: “Barang bukti: perkara tindak pidana pasar modal dan tindak pidana pencucian uang.”
Brigjen Ade Safri Simanjuntak, Dirtipideksus Bareskrim Polri, membenarkan aksi tersebut. Penggeledahan di Shinhan, ujarnya, adalah pengembangan dari kasus pidana yang sudah diputus pengadilan.
“Benar, ada penggeledahan untuk perkara pasar modal. Lokasinya di kantor PT Shinhan Sekuritas, yang merupakan penjamin emisi efek PT MML saat IPO,”
jelas Ade Safri. Tujuannya sederhana: mencari dan mengumpulkan alat bukti. Tindakan ini menunjukkan gelombang pemeriksaan yang serius terhadap dugaan manipulasi di pasar modal kita.
Artikel Terkait
Kirab Pusaka Nusantara Perdana Digelar di Candi Borobudur
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Ibu Kota Provinsi, Waspadai Potensi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah
Politikus Dukung Operasi Sapu-sapu DKI, Minta Pengawasan Ketat untuk Cegah Kebocoran
JPPI Soroti Sistem Feodal dan Lemahnya Satgas PPKS sebagai Akar Pelecehan Seksual di Kampus