Undangan Istana untuk Guru Besar UGM Berujung Penolakan di Pintu

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:20 WIB
Undangan Istana untuk Guru Besar UGM Berujung Penolakan di Pintu

✍🏻 Oleh: Budi Saks

Undangan dari Istana, Tapi Pintu Tertutup: Kisah Guru Besar UGM yang Ditolak Masuk

Bayangkan, Anda mendapat undangan resmi dari Istana Negara. Lalu, setelah bersusah payah datang, Anda justru ditolak di pintu. Itulah yang dialami sejumlah profesor Universitas Gadjah Mada pekan lalu. Kejadian ini memunculkan tanda tanya besar: ada apa sebenarnya di balik undangan Presiden Prabowo Subianto itu?

Semua berawal dari surat undangan Dirjen Dikti Kemendiktisaintek bertanggal 9 Januari 2026. Dalam daftarnya, tercantum delapan nama guru besar UGM yang diundang untuk taklimat dan dialog dengan presiden. Topiknya tentang peran kampus mendukung Asta Cita pemerintahan. Tapi, yang terjadi di lapangan jauh dari rencana.

Menurut cerita yang beredar di antara para akademisi itu, beberapa profesor yang sudah sampai di Jakarta justru gagal masuk. Nama mereka tidak ada dalam daftar Sekretariat Negara. Padahal, undangan resmi dari kementerian jelas-jelas mereka bawa.

Bakti Setiawan, guru besar Ilmu Perencanaan Kota FT UGM, mengkonfirmasi kejadian itu. Dia mendengar langsung rekan-rekannya yang "kecele" dan harus pulang dengan tangan hampa.


Halaman:

Komentar