✍🏻 Oleh: Budi Saks
Undangan dari Istana, Tapi Pintu Tertutup: Kisah Guru Besar UGM yang Ditolak Masuk
Bayangkan, Anda mendapat undangan resmi dari Istana Negara. Lalu, setelah bersusah payah datang, Anda justru ditolak di pintu. Itulah yang dialami sejumlah profesor Universitas Gadjah Mada pekan lalu. Kejadian ini memunculkan tanda tanya besar: ada apa sebenarnya di balik undangan Presiden Prabowo Subianto itu?
Semua berawal dari surat undangan Dirjen Dikti Kemendiktisaintek bertanggal 9 Januari 2026. Dalam daftarnya, tercantum delapan nama guru besar UGM yang diundang untuk taklimat dan dialog dengan presiden. Topiknya tentang peran kampus mendukung Asta Cita pemerintahan. Tapi, yang terjadi di lapangan jauh dari rencana.
Menurut cerita yang beredar di antara para akademisi itu, beberapa profesor yang sudah sampai di Jakarta justru gagal masuk. Nama mereka tidak ada dalam daftar Sekretariat Negara. Padahal, undangan resmi dari kementerian jelas-jelas mereka bawa.
Bakti Setiawan, guru besar Ilmu Perencanaan Kota FT UGM, mengkonfirmasi kejadian itu. Dia mendengar langsung rekan-rekannya yang "kecele" dan harus pulang dengan tangan hampa.
Artikel Terkait
Gaji Fantastis Sabrang Noe Letto di Dewan Pertahanan Nasional Terkuak
Sutoyo Abadi Sindir Eggi Sudjana: Terserang Al-Wahn dan Takut Penjara?
Bukti-Bukti Kepalsuan Ijazah Jokowi Kian Menguat, Restorative Justice Jadi Tak Bermakna
Penyidikan Polda Metro Jaya Dianggap Tunduk pada Perintah dari Solo, SP-3 Dinilai Cacat Hukum