Suporter PSM Makassar Desak Evaluasi Pelatih Usai 11 Laga Tanpa Kemenangan

- Kamis, 05 Maret 2026 | 18:30 WIB
Suporter PSM Makassar Desak Evaluasi Pelatih Usai 11 Laga Tanpa Kemenangan

MAKASSAR – Suasana di markas PSM Makassar sedang tidak karuan. Deretan kekalahan yang terus beruntun membuat para suporter tak lagi bisa diam. Mereka mendesak manajemen untuk segera mengevaluasi sang pelatih. Ini sudah darurat, kekalahan harus dihentikan sekarang juga.

Aksi protes itu meledak terutama setelah kekalahan memalukan pekan lalu. Di kandang sendiri, PSM ditundukkan Persita dengan skor 4-2. Yang membuat sakit hati, mereka sempat unggul dua gol lebih dulu. Pertandingan yang seharusnya jadi momen kebangkitan malah berubah jadi mimpi buruk.

Menteri Luar Negeri Red Gank, Muhammad Alfajri, menggambarkan suasana saat itu dengan getir. Menurutnya, laga di kandang sendiri justru terasa seperti pertandingan tandang. Kekalahan dalam kondisi seperti itu, katanya, sungguh memalukan.

“Pastinya hasil kontra Persita membuat kami sangat kecewa,” ujar Alfajri, Rabu (4/3/2026).

“Kekecewaan ini ditujukan ke semua pihak, mulai dari manajemen, pelatih, sampai pemain. Kita main di kandang, tapi atmosfernya malah seperti kita yang jadi tim tamu.”

Kekecewaan itu bukan datang tiba-tiba. Ini adalah puncak gunung es setelah PSM gagal meraih kemenangan dalam 11 pertandingan beruntun. Alfajri mengaku bingung, kondisi seperti ini tidak biasa bagi klub sebesar PSM. Dia dan suporter lain pun bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi di dalam internal tim?

“Luar biasa kecewanya. Wajar kalau teman-teman suporter meluapkan isi hati. Kami lihat 11 laga tanpa menang, di mana tanggung jawab pelatih dan pemain?” lanjutnya.

Rasa penasaran itu bahkan membawanya untuk menanyakan hal-hal sensitif, seperti soal gaji pemain. Jawaban yang didapat justru membuatnya semakin bingung.

“Kami sering tanya ke mereka, gimana soal gaji? Katanya aman-aman saja, tidak ada masalah,” tutur Alfajri.

“Nah, kalau gitu, apa yang bikin mainnya ogah-ogahan di lapangan? Asisten pelatih sendiri bilang, penampilan di latihan jauh berbeda dengan yang kita lihat saat pertandingan. Ada apa sebenarnya dengan klub ini?”

Di sisi lain, harapan besar kini ditumpukan pada pundak CEO PSM, Sadikin Aksa. Alfajri secara khusus menyampaikan pesan agar pimpinan tertinggi klub itu segera turun tangan.

“Harapan saya, tolong segera bangkit. Kami tidak mau melihat tim dengan sejarah panjang seperti PSM terdampar di Liga 2,” pintanya.

“Kami titip pesan untuk Pak CEO, segera hadir dan bertanggung jawab atas semua ini. Ini tidak lepas dari perannya yang sangat jarang mendampingi tim di saat-saat pertandingan.”

Echo yang sama datang dari sudut lain. Sulyadi Abbas, dari Komunitas VIP Utara (KVU), juga merasakan kegelisahan yang sama. Dia berharap manajemen serius menangani krisis ini sebelum semuanya terlambat.

“Sebaiknya manajemen cepat ambil sikap,” kata pria yang akrab disapa Adit ini.

“Masalah apa pun yang terjadi di dalam tim, harus segera diatasi. Jangan dibiarkan berlarut-larut. Kasihan juga kita kalau PSM sampai degradasi.”

Dia menekankan, kebangkitan adalah sebuah keharusan. Setiap pertandingan ke depan adalah final bagi PSM. Jika performa buruk ini terus berlanjut, ancaman degradasi bukan lagi sekadar omongan.

“Bangkit itu wajib. Jangan dibiarkan begini terus,” harap Adit.

“Kita tidak punya sejarah degradasi. Jangan sampai hal itu terjadi untuk pertama kalinya.”

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar