“Mobnas tadi ya, beberapa. Tapi itu kan beberapa aplikasi rare earth juga untuk Mobnas. Jadi tadi Pak CTO, Pak Danatara, diundang juga untuk membuat link bagaimana hilirisasi rare earth itu bisa segera diwujudkan kerja sama teknologi dengan luar negeri kalau memang kita belum menguasai,”
Ucapannya mengalir, menjelaskan upaya menghubungkan hilirisasi dengan kerja sama teknologi global. Namun begitu, ada satu hal yang ditekankannya: riset.
Brian berharap langkah-langkah penelitian bisa segera digeber. Tujuannya jelas: agar Indonesia tak cuma punya cadangan, tapi juga industri logam tanah jarang yang mandiri.
“Tapi tentu kita ingin riset-riset di perdalaman sesegera mungkin sehingga kita bisa memiliki industri logam tanah jarang ini, hilirisasinya,”
Katanya menandaskan. Malam itu, arahan dari istana terasa jelas: percepatan adalah kuncinya.
Artikel Terkait
Pemulihan Pascabanjir Sumut Butuh Rp69,47 Triliun, Empat Kali Lipat Kerugian
Banjir Rendam Rel, Delapan Kereta Jakarta-Semarang Terhambat
Candi Palgading: Jejak Mataram Kuno yang Bertahan di Tengah Gempuran Perumahan Sleman
Pendaki Muda Ditemukan Tewas di Jurang Terpencil Gunung Slamet