Raksasa otomotif Astra kembali menunjukkan sinyal kuat. Perusahaan itu baru saja mengumumkan rencana pembelian kembali sahamnya, atau buyback, dengan dana yang tak main-main: Rp2 triliun. Rencananya, aksi korporasi ini akan dimulai pekan depan, tepatnya 19 Januari 2026, dan berakhir pada 25 Februari mendatang.
Gita Tiffany Boer, Corporate Secretary Astra, mengonfirmasi hal ini melalui keterbukaan informasi di hari Kamis (15/1).
"Dalam pelaksanaannya, pembelian kembali saham adalah sebanyak-banyaknya Rp2 triliun," ujarnya.
Kalau dilihat, skema ini mirip dengan program buyback sebelumnya yang baru saja berakhir lebih cepat, yakni pada 14 Januari. Waktu itu, Astra bahkan mempercepat jadwal akhir dari yang direncanakan 30 Januari. Cukup agresif, bukan? Nah, program yang baru ini pun tak perlu melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mengacu pada sejumlah aturan OJK seperti POJK 13/2023 dan surat khusus dari OJK pada September 2025.
Artikel Terkait
Dana Negara Siap Selamatkan Industri Tekstil, BUMN Baru Dipertimbangkan
Menteri Purbaya Turun Langsung ke Kantor Danantara Usai Keluhan Pedas soal Coretax
Chandra Asri Pacu Peringkat ESG, Raih Nilai A- untuk Ketahanan Air
Geliat BUMN Tekstil Pacu Saham Emiten Melambung 35%