Astra Siapkan Rp2 Triliun untuk Buyback, Saham ASII Diincar Lagi

- Kamis, 15 Januari 2026 | 22:50 WIB
Astra Siapkan Rp2 Triliun untuk Buyback, Saham ASII Diincar Lagi

Raksasa otomotif Astra kembali menunjukkan sinyal kuat. Perusahaan itu baru saja mengumumkan rencana pembelian kembali sahamnya, atau buyback, dengan dana yang tak main-main: Rp2 triliun. Rencananya, aksi korporasi ini akan dimulai pekan depan, tepatnya 19 Januari 2026, dan berakhir pada 25 Februari mendatang.

Gita Tiffany Boer, Corporate Secretary Astra, mengonfirmasi hal ini melalui keterbukaan informasi di hari Kamis (15/1).

"Dalam pelaksanaannya, pembelian kembali saham adalah sebanyak-banyaknya Rp2 triliun," ujarnya.

Kalau dilihat, skema ini mirip dengan program buyback sebelumnya yang baru saja berakhir lebih cepat, yakni pada 14 Januari. Waktu itu, Astra bahkan mempercepat jadwal akhir dari yang direncanakan 30 Januari. Cukup agresif, bukan? Nah, program yang baru ini pun tak perlu melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mengacu pada sejumlah aturan OJK seperti POJK 13/2023 dan surat khusus dari OJK pada September 2025.

Soal detail teknis, Astra tidak menyebut target jumlah saham yang akan ditarik atau harga maksimal per lembar. Tapi, ada batasan jelas. Pembelian dipastikan tak akan menembus 20 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Selain itu, mereka juga berjanji free float saham tak akan jatuh di bawah 7,5 persen.

Lantas, dari mana dana segitu besar? Ternyata, kekuatan modal Astra memang solid. Posisi kas dan setara kas mereka per 30 September 2025 tercatat mencapai Rp54,7 triliun. Ekuitasnya bahkan menembus angka Rp227 triliun. Likuiditas yang sangat kuat inilah yang memungkinkan aksi buyback kembali dilakukan.

Performa saham ASII sendiri sedang bagus-bagusnya. Dalam setahun terakhir, harganya melonjak hampir 50 persen, berada di level Rp7.050 per lembar. Kapitalisasi pasarnya pun kini mencapai Rp285,4 triliun. Buyback sebelumnya sudah dieksekusi dengan cukup ‘lapang’, di mana Astra membeli 305,21 juta saham dan menghabiskan dana persis Rp2 triliun. Sekarang, dengan dana segaris yang disiapkan, mereka sepertinya ingin mengulangi strategi yang sama.

Jadi, ini seperti babak berikutnya dari sebuah rencana yang sudah terbukti. Pasar pasti akan menyoroti pergerakan ini dalam beberapa pekan ke depan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar