Kasus yang sempat ramai itu akhirnya berhenti. Polda Metro Jaya resmi mengeluarkan SP3, menghentikan penyidikan terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Keduanya sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam laporan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang menyangkut ijazah Presiden Joko Widodo.
Konfirmasi datang dari Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Jumat (16/1/2026) lalu. Menurutnya, keputusan itu diambil oleh penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum.
“Benar, penyidik telah menerbitkan SP3 terhadap 2 tersangka, yaitu saudara ES (Eggi Sudjana) dan DHL (Damai Hari Lubis),” ujar Budi Hermanto.
Dia menambahkan, “Penghentian penyidikan dilakukan demi hukum berdasarkan keadilan restoratif.”
Namun begitu, keputusan ini langsung memantik reaksi. Salah satunya dari akun X bernama Dokter Tifa, yang menilai langkah ini sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan.
“Sowannya dua orang Tersangka kepada orang yang mentersangkakan, dan dilanjutkan permintaan restorative justice, yang berujung kepada penetapan SP3 kepada Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, adalah pertunjukan ABUSE OF POWER yang membuat penegakan hukum Indonesia serasa ditendang jauh-jauh ke TPA Bantar Gebang,” tulisnya pada hari yang sama.
Dokter Tifa bersikeras. SP3 terbit bukan karena kasusnya tak layak dilanjutkan, melainkan semata-mata karena ada “sowan”. Dia lalu menyoroti sosok lain yang disebut terlibat dalam polemik ijazah ini: Pak Kasmudjo.
“Pada video pendek ini, saya hanya kasihan dengan Pak Kasmudjo, Pak Dosen yang di masa tua dipaksa ikut-ikutan menjadi pembohong. Untung kemudian sadar,” tulisnya.
Menurutnya, Pak Kasmudjo akhirnya mengakui bahwa dirinya bukanlah dosen pembimbing Jokowi, baik pembimbing akademik maupun skripsi. Bahkan, di kurun waktu 1980-1985, Pak Kasmudjo masih berstatus sebagai asisten dosen.
Lalu, siapa sebenarnya dosen pembimbing untuk satu-satunya mahasiswa jurusan Teknologi Kayu Fakultas Kehutanan UGM yang dipertanyakan keberadaannya itu?
“Jawabannya: Dhemit,” tulis Dokter Tifa dengan nada sarkastik.
“Karena jurusan Teknologi Kayu Kehutanan UGM adanya hanya di gorong-gorong, maka yang jadi Dosen di jurusan yang tidak ada itu pastilah dhemit.”
Ini semua adalah strategi dari penipu itu dan bagusnya kan muncul pecundang2 tsb dan udah jd ketua tpua lg, sungguh dahsyat permainan intelijennya wiwi disiapkan dgn matang utk berbuat jahat tp jgn putus asa krn dia pun sudah panik luar biasa terbukti jiwa sudah menolak raganya
— Gigi (@Gigitterusss) January 16, 2026
Artikel Terkait
Timnas Voli Putri Indonesia Masuk Grup Neraka di AVC Womens Cup 2026
Empat Kandidat Siap Perebutkan Tiket Final Conference League 2026 di Leipzig
Penyidik Polda Sumut Geledah Kantor Diskominfo Tebing Tinggi Usai OTT
Polisi Purbalingga Gagalkan Dua Modus Penyalahgunaan Subsidi LPG dan BBM