Usai menghadiri acara pengukuhan guru besar di Balai Senat UGM, Mahfud MD sempat berbincang dengan awak media. Anggota Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian (KPRP) itu mengungkapkan, komisi yang dipimpinnya sudah rampung menyerap aspirasi dari berbagai kalangan. "Sudah selesai, sekarang sedang pada tahap penyusunan," ujarnya, Kamis (15/1). Hasil kerja itu rencananya akan segera diserahkan kepada Presiden Prabowo.
Dari sekian banyak pembahasan, ada satu poin yang menurutnya sudah disepakati bersama. Yakni soal sistem rekrutmen anggota Polri ke depan. "Satu masalah sudah disepakati bahwa rekrutmen polisi besok tidak boleh ada titip-titipan," tegas Mahfud.
Praktik 'titipan' selama ini, diakuinya, memang sudah seperti rahasia umum. "Selama ini kan ada jatah khusus, tuh. DPR nitip, parpol nitip, menteri nitip, ini nitip. Sehingga anaknya polisi sendiri nitip, banyak rakyat nggak dapat," katanya dengan nada prihatin.
Namun begitu, bukan berarti pintu masuk Polri bakal ditutup sama sekali. Mantan Menko Polhukam itu menjelaskan, akan ada jalur afirmasi yang lebih transparan. Tiga jalur itu ditujukan untuk daerah tertinggal, perempuan, dan siswa berprestasi.
"Afirmasinya tiga," jelasnya. "Daerah tertinggal dan terluar 3T, seperti Papua, nanti dapat jatah sendiri dengan passing grade yang berbeda."
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Beasiswa Penuh untuk Perluasan Fakultas Kedokteran
Bencana Sumatera Picu Lonjakan Kemiskinan, Cak Imin: Kelas Menengah pun Terancam
Air Mata dan Kebebasan: Laras Divonis 6 Bulan, Langsung Pulang ke Rumah
Jenazah Diantar Perahu, Warga Pati Berjuang di Tengah Banjir yang Melumpuhkan