Jumat pagi (16/1) di Tokyo berubah kacau bagi ratusan ribu komuter. Kereta di jalur sibuk Yamanote dan Keihin-Tohoku terpaksa berhenti total dan kondisi ini berlangsung nyaris sembilan jam lamanya. Kekacauan dimulai di sekitar Stasiun Tamachi.
Menurut pernyataan resmi operator, East Japan Railway (JR East), akar masalahnya adalah pemadaman listrik. Padahal, sebelumnya telah dilakukan pekerjaan pemeliharaan rutin semalaman. Namun begitu, aliran listrik gagal dipulihkan seperti seharusnya. Imbasnya langsung terasa: perjalanan pagi sekitar 673.000 penumpang langsung buyar.
Di sejumlah titik, penumpang pun terpaksa dievakuasi dari gerbong yang terhenti. Mereka turun ke jalur rel, berjalan pelan menuju stasiun terdekat. Suasana di stasiun-stasiun utama pun tentu saja ramai luar biasa, dipenuhi orang-orang yang mencoba mencari alternatif transportasi.
JR East menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang mengganggu ini. Meski begitu, bagi para komuter yang terjebak, permintaan maaf itu kecil artinya dibandingkan waktu dan rencana hari mereka yang sudah berantakan.
Artikel Terkait
Federasi Iran Klaim Jatah Tiket Piala Dunia 2026 Dicabut Sepihak, Suporter Terancam Gagal Nonton
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek
Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday Juni 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Taklukkan Mozambik 1-0
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam Center, Polisi Selidiki Penyebab Kematian