Candi Palgading: Jejak Mataram Kuno yang Bertahan di Tengah Gempuran Perumahan Sleman

- Jumat, 16 Januari 2026 | 00:06 WIB
Candi Palgading: Jejak Mataram Kuno yang Bertahan di Tengah Gempuran Perumahan Sleman

Di tengah gempuran perumahan baru di Sleman, Yogyakarta, Candi Palgading masih bertahan. Situs kuno ini ibarat penanda waktu yang nyaris tenggelam oleh deru pembangunan. Padahal, di situlah sejarah Mataram Kuno sesungguhnya bersemayam.

Lokasinya ada di Dusun Palgading, Kalurahan Sinduharjo. Menariknya, candi ini justru terkuak pada 2007, bukan oleh para arkeolog, melainkan saat penggalian untuk proyek perumahan. Dari dalam tanah muncul struktur bata dan batu andesit yang khas sebuah bangunan Hindu dari sekitar abad ke-9 Masehi, era keemasan Mataram Kuno di Jawa bagian selatan.

Namun begitu, tantangannya nyata. Kawasan hunian di sekelilingnya makin padat. Bagaimana menjaga batas aman situs agar tak terganggu aktivitas konstruksi? Itu jadi pekerjaan rumah yang tak mudah. Pemantauan rutin terus dilakukan, tentu saja, untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta, Sutarto, punya pandangan menarik tentang hal ini.

“Penemuan Candi Palgading mengingatkan kita bahwa sejarah sering kali tersembunyi di bawah ruang hidup masyarakat saat ini,” ujarnya.

Dia meyakini, dari fragmen yang ada dan lingkungan sekitarnya, candi ini dulu adalah bagian dari permukiman dan ritual keagamaan masyarakat Mataram Kuno. Meski bentuk utuhnya belum bisa direkonstruksi, nilai sejarahnya tak perlu diragukan lagi.

Di sisi lain, upaya pelindungan sudah dijalankan. Ada area inti yang ditetapkan, plus pengawasan berkala. Intinya, mencoba mencari titik temu antara melestarikan warisan dan menghargai kebutuhan warga akan tempat tinggal.

Kesadaran masyarakat setempat ternyata juga tumbuh. Seperti yang diungkapkan Suyanto, salah seorang warga Palgading.

“Bagi kami, candi ini pengingat bahwa tanah yang kami diami punya sejarah panjang. Kami berharap ia tetap lestari, meski lingkungan sekitar berubah,” katanya.

Pada akhirnya, Candi Palgading adalah cermin. Di tengah laju urbanisasi Sleman yang tak terbendung, situs ini membisikkan pesan: sejarah bukan sekadar cerita usang. Ia hidup, berdampingan dan kadang berdesakan dengan realitas kita hari ini.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar