Prabowo Panggil Mendikti Malam-Malam, Desak Percepatan Hilirisasi Logam Tanah Jarang

- Kamis, 15 Januari 2026 | 23:15 WIB
Prabowo Panggil Mendikti Malam-Malam, Desak Percepatan Hilirisasi Logam Tanah Jarang

Malam itu, Istana Kepresidenan Jakarta masih terang. Mendikti Saintek Brian Yuliarto dipanggil mendadak oleh Presiden Prabowo Subianto untuk sebuah rapat penting. Agenda utamanya? Membahas percepatan hilirisasi logam tanah jarang atau rare earth.

Brian tiba di Istana sekitar pukul 20.26 WIB, Kamis malam. Rapatnya sendiri berlangsung singkat, kurang dari satu jam. Tapi isinya padat. Prabowo, menurut Brian, mendesak adanya akselerasi penguasaan teknologi untuk mengelola mineral kritis ini.

"Jadi, Pak Presiden ingin mendorong industri strategis, terutama industri mineral kritis di Indonesia. Tadi saya mendapatkan arahan agar dipercepat," kata Brian.

"Teknologi segera dikuasai sehingga kandungan mineral kritis, rare earth salah satunya itu bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan raykat," lanjutnya.

Tak sendirian, rapat itu juga dihadiri sejumlah pejabat kunci. Mensesneg Prasetyo Hadi hadir, begitu pula Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa. Bahkan ada tamu dari luar negeri yang turut serta mendengarkan.

Nah, soal pemanfaatannya, Brian yang juga Kepala Badan Industri Stratetgis ini menjelaskan fokusnya akan diarahkan untuk mendukung program mobil nasional. Meski aplikasinya masih terbatas saat ini, Presiden mendorong Danantara untuk menjajaki kerja sama teknologi dengan pihak luar.

"Mobnas tadi ya, beberapa. Tapi itu kan beberapa aplikasi rare earth juga untuk Mobnas. Jadi tadi Pak CTO, Pak Danantara diundang juga untuk membuat link bagaimana hilirisasi rare earth itu bisa segera diwujudkan kerja sama teknologi dengan luar negeri kalau memang kita belum menguasai," ucap Brian.

Namun begitu, dia menegaskan bahwa target utama tetaplah kemandirian. Indonesia tidak mau bergantung selamanya.

"Tapi tentu kita ingin riset-riset di perdalaman sesegera mungkin sehingga kita bisa memiliki industri logam tanah jarang ini, hilirisasinya," ujarnya.

Kenapa ini penting? Salah satu alasannya adalah neodymium-praseodymium (NdPr), komponen kunci dalam logam tanah jarang. Material ini adalah bahan baku magnet permanen yang sangat vital untuk motor kendaraan listrik.

"Salah satu aplikasinya. Karena di sana ada, misalnya, NDPR yaitu aplikasi untuk permanen magnet yang sangat dibutuhkan untuk kendaraan listrik," jelas Brian menutup pembicaraan.

Malam itu, arahan dari Istana jelas: kejar ketertinggalan, percepat penguasaan. Semua untuk nilai tambah yang lebih besar bagi negeri.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar