"Satu karung botol plastik dihargai Rp80 ribu," ujarnya.
Itulah sumber penghasilannya. Uang sejumlah itu ia gunakan untuk menyambung hidup dan menafkahi keluarga. Hasilnya mungkin tak seberapa, tapi cukup untuk bertahan.
Di sisi lain, pekerjaan ini sudah ia jalani lama. Setiap hari, ritual yang sama terulang: menyisir sungai, memilah, lalu menjual ke pengepul rongsok. Hidupnya bergantung pada aliran Ciliwung dan sampah yang dibawanya. Sebuah siklus yang keras, namun nyata.
Artikel Terkait
Bupati Sidrap Ajak Warga Perbanyak Zakat dan Sedekah Usai Panen Menggembirakan
Sopir Truk Tewas Usai Benturan dengan Forklift di Dermaga Ciwandan
Bupati Sidrap Resmikan Ramadan Fair untuk Dongkrak Perekonomian Lokal
Kemenag Makassar Verifikasi Izin dan Mutu Pondok Pesantren Daarul Hafidzoh