Senin malam lalu (2/3/2026), suasana di Pasar Tanrutedong, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap, terasa berbeda. Keramaian dan gemerlap lampu menandai peluncuran resmi Ramadan Fair oleh Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang. Agenda utamanya jelas: mendorong perputaran ekonomi warga di bulan suci.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, tampak hadir untuk membuka acara secara langsung. Ia tak sendirian. Sekda Andi Rahmat Saleh dan Asisten Ekonomi Patahangi Nurdin turut mendampingi. Dari jajaran keamanan, hadir Kasat Intel Polres Sidrap Iptu Andi Aswan yang mewakili Kapolres. Tampak juga Camat Dua Pitue A. Purnama Kusuma Wardani, sejumlah kepala OPD, lurah, hingga tokoh masyarakat. Undangan pun memadati lokasi.
Dalam sambutannya, Syaharuddin bicara soal niat. Ia menegaskan, setiap perubahan yang diusung pemerintah haruslah lahir dari ketulusan, bukan ambisi pribadi.
“Melakukan perubahan harus dengan niat yang tulus. Bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kepentingan masyarakat Sidenreng Rappang,” tegasnya.
Menurutnya, pro-kontra dalam sebuah perubahan adalah hal wajar. Namun begitu, pemerintah wajib memilih jalan terbaik agar masyarakat bisa maju dan sejahtera. Ia lalu menjadikan penataan Pasar Tanrutedong sebagai contoh nyata. “Setelah dilakukan penataan, para pedagang mengalami peningkatan penjualan,” ujarnya. Dampaknya langsung terasa.
Di sisi lain, pasar ini tak cuma dipersiapkan sebagai tempat jual-beli. Visinya lebih luas: menjadi ruang publik dan titik kumpul bagi generasi muda. Syaharuddin juga berpesan keras soal aturan. Ia meminta seluruh pedagang patuh pada pengelola, terutama dalam hal keamanan dan kebersihan.
“Ikuti aturan yang berlaku. Jaga keamanan dan kebersihan setiap hari agar masyarakat merasa nyaman dan pedagang semakin banyak,” pesan Bupati.
Pesan lain yang ia sampaikan berkaitan dengan kebiasaan belanja. Dengan bangga ia menyebut peningkatan produksi padi di Sidrap. Ia mengajak warga yang punya hajatan untuk berbelanja di daerah sendiri. Tujuannya sederhana: menggerakkan roda ekonomi lokal. Tak lupa, ia mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Ramadan Fair sendiri berlangsung cukup meriah. Bazar ramai dengan penjual aneka kebutuhan. Ada lomba makan durian yang mengundang gelak tawa, juga pemeriksaan kesehatan gratis oleh tim Puskesmas Tanrutedong. Antusiasme masyarakat terlihat jelas.
Harapannya, gelaran seperti ini tak cuma seremonial. Ia diharapkan bisa terus memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus merajut kebersamaan di tengah nuansa Ramadan yang penuh berkah.
Artikel Terkait
HNW Apresiasi Aturan Baru, Anak di Bawah 18 Tahun Bisa Berangkat Haji
BMKG Prediksi Cuaca Makassar Cerah Berawan, Suhu Capai 35 Derajat Celsius
Sambal Makassar Mendadak Viral di Korea Usai Muncul di Kulkas Idol Girls Generation
Inter Milan Tundukkan Cagliari 3-0, Pertahankan Puncak Klasemen Serie A