ASDP Siapkan 222 Kapal Antisipasi Lonjakan Penumpang Nataru

- Senin, 15 Desember 2025 | 20:15 WIB
ASDP Siapkan 222 Kapal Antisipasi Lonjakan Penumpang Nataru

Libur Natal dan Tahun Baru selalu jadi momen sibuk buat transportasi. Kali ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memproyeksikan bakal ada lonjakan penumpang yang cukup signifikan. Angkanya diperkirakan mencapai 547 ribu orang selama periode Nataru, tumbuh sekitar 4,3 persen dibanding periode yang sama sebelumnya.

Nah, kalau untuk kendaraan, perkiraannya lebih tinggi lagi. ASDP menyebut total unit yang bakal menyeberang bisa menyentuh 868 ribu, atau naik 8,9 persen. Puncak keramaian diprediksi bakal terjadi pada dua hari berturut-turut: tanggal 23 dan 24 Desember 2025.

Dalam sebuah Media Gathering di Jakarta, Senin lalu, Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan kesiapan perusahaan.

"ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang andal dengan menempatkan keselamatan, empati, dan tanggung jawab sebagai fondasi utama pelayanan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas dan potensi cuaca ekstrem," ujarnya.

Untuk mengakomodir arus penumpang dan kendaraan yang membludak ini, persiapan dilakukan secara nasional. ASDP mengerahkan armada yang tak sedikit: 222 kapal siap beroperasi. Rinciannya, 135 kapal untuk rute komersial dan 87 kapal perintis. Mereka akan melayani total 318 lintasan penyeberangan di seluruh Indonesia.

Ada beberapa rute yang jadi perhatian khusus, alias lintasan prioritas. Setidaknya 15 jalur strategis yang dikelola 15 cabang di 33 pelabuhan dipastikan dalam kondisi siap siaga. Jalur-jalur ini mencakup rute-rute vital seperti Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, hingga Bitung-Ternate.

Heru Widodo menjelaskan alasan pemilihan jalur-jalur tersebut.

"Jalur-jalur ini menjadi fokus utama karena perannya yang strategis dalam mendukung arus mudik lokal, pariwisata, dan distribusi logistik selama Nataru," kata Heru.

Lalu, bagaimana cara mengatasi antrean dan kepadatan yang sudah bisa dibayangkan? ASDP mengandalkan sistem digital mereka, Ferizy. Aplikasi ini diharapkan bisa membantu masyarakat mengatur perjalanan dengan lebih tertib. Soal tiket, kebijakannya cukup ketat.

Tiket hanya bisa didapatkan via aplikasi atau situs Ferizy dan mitra resminya. Pembayarannya fleksibel, bisa lewat ATM, e-banking, dompet digital, atau gerai ritel seperti Alfamart dan Indomaret. Yang penting diingat: jangan harap bisa beli tiket langsung di pelabuhan.

"Tidak ada penjualan tiket di area pelabuhan, dan pengguna jasa wajib memiliki tiket paling lambat satu hari sebelum keberangkatan serta datang sesuai jadwal yang tertera," tegas Heru.

Di lapangan, persiapan juga diperkuat. Customer service bakal berjaga 24 jam. Di lintasan Merak-Bakauheni, layanan Express II akan dioperasikan. Fasilitas pendukung seperti toilet portable dan penerangan pelabuhan juga dioptimalkan. Tak lupa, koordinasi dengan berbagai pihak seperti kepolisian, TNI, dan BMKG terus dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk cuaca buruk.

Semua langkah itu diambil agar perjalanan masyarakat selama liburan panjang nanti bisa berjalan lancar dan, yang paling utama, aman.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler