Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 1.182 Jiwa, Ratusan Ribu Masih Mengungsi

- Jumat, 09 Januari 2026 | 20:05 WIB
Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 1.182 Jiwa, Ratusan Ribu Masih Mengungsi

Angka korban bencana di Sumatera kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan update terbaru yang menyedihkan: total korban meninggal di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh kini mencapai 1.182 orang.

Dalam konferensi pers Jumat lalu, Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, memaparkan rincian penambahannya.

"Dalam dua hari ini ada penambahan korban jiwa dari Aceh Utara satu jiwa, Langkat dua jiwa, dan Tapanuli Tengah satu jiwa. Ini menambah total korban jiwa menjadi 1.182 jiwa,"

Begitu penjelasan Muhari. Kabar buruknya tidak berhenti di situ. Hingga saat ini, masih ada 145 orang yang dinyatakan hilang. Sementara itu, ratusan ribu warga tepatnya 238.627 jiwa terpaksa masih tinggal di pengungsian, belum bisa kembali ke rumah mereka.

"Kemudian untuk korban hilang, per hari ini menjadi 145 jiwa. Dan saudara-saudara kita yang masih mengungsi itu 238.627 jiwa,"

Menyoroti situasi di Aceh, Muhari menerangkan bahwa status darurat di sana belum seragam. Empat kabupaten masih bertahan dalam fase tanggap darurat. Namun begitu, ada perkembangan positif: 14 kabupaten lainnya sudah bisa bergeser ke status transisi darurat.

"Di Provinsi Aceh, yang sudah bergeser dari tanggap darurat ke transisi darurat itu 14 kabupaten. Masih ada 4 kabupaten yang memperpanjang status tanggap darurat: Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya,"

Karena kondisi di empat wilayah itu, Pemerintah Provinsi Aceh pun terpaksa mengambil langkah. Status tanggap darurat untuk level provinsi diperpanjang lagi selama 14 hari ke depan, mulai 8 hingga 22 Januari.

"Status provinsi sendiri, tadi malam Gubernur Provinsi Aceh memperpanjang status tanggap darurat hingga 14 hari ke depan. Hal ini dikarenakan masih ada 4 kabupaten dari total 18 kota terdampak di Aceh yang masih memperpanjang status tanggap darurat,"

Ucap Muhari menutup paparannya. Perpanjangan status ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana masih panjang. Jalan menuju normalitas bagi ratusan ribu pengungsi tampaknya masih membutuhkan waktu dan upaya ekstra.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar