Riyadh. Ada kabar penting dari Timur Tengah. Arab Saudi secara tegas menyatakan, mereka takkan mengizinkan wilayah udara dan daratnya dipakai Amerika Serikat untuk melancarkan serangan militer ke Iran. Informasi ini, katanya, sudah disampaikan langsung Riyadh kepada Teheran.
Dua sumber yang dekat dengan lingkaran pemerintahan kerajaan membocorkan hal itu pada Rabu lalu. Waktu itu, Washington memang sedang bersikap keras, mengancam Iran dengan kemungkinan aksi militer.
Pesan dari Saudi itu muncul di saat ketegangan memuncak. AS sendiri sudah memperingatkan bakal membalas tindakan keras Iran terhadap para demonstran. Sementara dari sisi lain, Teheran tak kalah garang. Mereka berjanji akan menghantam aset-aset militer AS di kawasan jika diserang.
“Arab Saudi sudah bilang langsung ke Teheran. Mereka nggak akan ikut serta dalam aksi militer apa pun yang ditujukan ke Iran. Wilayah dan langit kami nggak akan dipakai untuk tujuan itu,” ujar seorang sumber dekat militer Saudi, seperti dikutip AFP.
Memang, kehadiran militer AS di Teluk cukup signifikan, termasuk di Arab Saudi. Namun, Riyadh rupanya memilih jalur hati-hati.
Di sisi lain, kantor berita Reuters melaporkan gelagat lain. Menurut mereka, serangan AS terhadap Iran bisa terjadi dalam hitungan jam saja. Seorang pejabat militer Barat yang enggan disebut namanya memberi pernyataan menegangkan.
“Semua sinyal menunjukkan bahwa serangan AS akan segera terjadi.”
Artikel Terkait
Nycta Gina dan Rizky Kinos Siap Ramaikan Pagi Jakarta di iSWARA
Ketua LSM Kabur Usai Anak Buahnya Tertangkap Basah Terima Uang dari Kades
Bencana Sumatera: 175 Ribu Rumah Rusak, 21 Desa di Aceh Dinyatakan Hilang
10 Tempat Beli Blueprint Arc Raiders 2026: Mana yang Paling Aman dan Nyaman?