Tapi, dia lalu menambahkan, mungkin ini juga bagian dari strategi. “Begitulah cara pemerintahan ini bertindak. Buat semua orang waspada, dengan ketidakpastian sebagai senjata.”
Laporan yang sama, yang mengutip dua pejabat Eropa, bahkan lebih spesifik. Mereka menyebut intervensi militer AS berpotensi terjadi dalam 24 jam ke depan.
Ada juga suara dari Israel. Seorang pejabat anonim di sana menyebut Presiden Trump tampaknya sudah memutuskan untuk menyerang. Meski begitu, skala dan rincian serangan yang dimaksud masih belum jelas betul.
Sementara ancaman menggantung, Iran tak tinggal diam. Sejak Rabu, otoritas setempat menutup wilayah udara mereka untuk sebagian besar penerbangan. Langkah ini jelas diambil sebagai antisipasi, di tengah gelombang protes dalam negeri dan ancaman serangan udara dari luar.
Berdasarkan data dari situs pelacak FlightRadar24, pemberitahuan penutupan (NOTAM) dikeluarkan Teheran tepat setelah pukul lima sore waktu Timur. Isinya jelas: semua penerbangan dilarang, kecuali penerbangan internasional yang sudah dapat izin khusus.
Peta lalu lintas udara di atas Iran dan sekitarnya pun langsung berubah. Rute-rute penerbangan terlihat berbelok menghindari wilayah udara Iran. Hanya lima pesawat saja yang terpantau masih berada di langit Iran saat NOTAM itu berlaku. Suasana mencekam, seolah menunggu sesuatu yang belum pasti.
Artikel Terkait
Nycta Gina dan Rizky Kinos Siap Ramaikan Pagi Jakarta di iSWARA
Ketua LSM Kabur Usai Anak Buahnya Tertangkap Basah Terima Uang dari Kades
Bencana Sumatera: 175 Ribu Rumah Rusak, 21 Desa di Aceh Dinyatakan Hilang
10 Tempat Beli Blueprint Arc Raiders 2026: Mana yang Paling Aman dan Nyaman?