Update Harga Minyak Mentah, Batu Bara, dan Nikel Hari Ini Menguat, CPO Melemah

- Senin, 10 November 2025 | 08:12 WIB
Update Harga Minyak Mentah, Batu Bara, dan Nikel Hari Ini Menguat, CPO Melemah

Update Harga Komoditas: Minyak Mentah, Batu Bara, dan Nikel Menguat

Harga sejumlah komoditas utama menunjukkan kinerja beragam pada penutupan perdagangan Jumat. Komoditas energi seperti minyak mentah dan batu bara, bersama dengan logam industri nikel, tercatat mengalami kenaikan harga. Sebaliknya, harga minyak kelapa sawit (CPO) dan timah justru mengalami penurunan.

Harga Minyak Mentah Menguat Didorong Faktor Geopolitik

Harga minyak mentah berhasil menguat di akhir sesi perdagangan setelah sempat melemah. Penguatan ini dipicu oleh optimisme pasar terkait kemungkinan Hongaria menggunakan minyak mentah dari Rusia. Hal ini menyusul pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban di Gedung Putih.

Kontrak berjangka minyak Brent ditutup menguat 0,39% ke level USD 63,63 per barel. Sementara itu, minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 0,54% menjadi USD 59,75 per barel. Meski menguat harian, kedua acuan harga ini diperkirakan masih mengalami penurunan mingguan sekitar 2% akibat peningkatan output dari produsen utama dunia.

Batu Bara dan Nikel Tumbuh Positif

Harga batu bara juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 0,64%. Berdasarkan data, harga batu bara berada di posisi USD 110,65 per ton.

Di sisi logam, harga nikel di London Metal Exchange (LME) menguat 0,15% menjadi USD 15.060 per ton, melanjutkan tren positif.

CPO dan Timah Alami Tekanan Jual

Berbeda dengan komoditas lainnya, harga minyak kelapa sawit (CPO) justru terkoreksi. Harga CPO tercatat turun 0,96% menjadi MYR 4.109 per ton.

Harga timah juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,06%. Berdasarkan data LME, harga timah berada di level USD 35.822 per ton.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar