Jari Tengah Trump dan Arsip Epstein yang Masih Membisu

- Kamis, 15 Januari 2026 | 14:25 WIB
Jari Tengah Trump dan Arsip Epstein yang Masih Membisu

Ini semua mengingatkan pada janji Trump di masa kampanye 2024. Dulu, dia berkomitmen akan membuka semua dokumen Epstein jika terpilih. Janji itu menarik banyak perhatian. Tapi kenyataannya? Setelah menjabat, yang dirilis baru secuil. Bahkan kurang dari satu persen dari total dokumen.

Alasannya selalu sama: melindungi privasi korban. Tapi banyak yang tak percaya.

Menurut sejumlah saksi, saat ini masih ada sekitar 5,2 juta halaman dokumen kasus Epstein yang belum dibuka. Dikerjakan oleh ratusan pengacara. Sebuah lautan informasi yang masih gelap.

Jadi, di satu sisi ada janji transparansi yang menguap. Di sisi lain, ada presiden yang lebih memilih mengacungkan jari tengah saat dikritik. Saat gerakan tangan dan makian vulgar mendominasi kepala berita, diskusi publik yang substantif justru tenggelam. Isu-isu besar seperti penyalahgunaan kekuasaan dan keadilan hukum dalam kasus Epstein pun kembali membisu. Terkubur di antara jutaan halaman yang belum tersentuh, menunggu waktu yang entah kapan datang.

Politik memang kerap jadi pertunjukan. Tapi ketika panggungnya hanya diisi oleh simbol-simbol kemarahan dan pembelaan buta, yang hilang bukan cuma kesantunan. Ruang untuk berdialog dan mencari kebenaran pun ikut menyempit, digantikan oleh arsip-arsip yang diam dan satu jari yang berbicara terlalu lantang.


Halaman:

Komentar