Jari Tengah Trump dan Arsip Epstein yang Masih Membisu

- Kamis, 15 Januari 2026 | 14:25 WIB
Jari Tengah Trump dan Arsip Epstein yang Masih Membisu

Satu Jari Tengah dan Arsip yang Membisu

Suasana di pabrik Ford, Michigan, pada 13 Januari 2026 itu seharusnya biasa-biasa saja. Kunjungan rutin presiden, jabat tangan, foto-foto. Tapi kemudian, teriakan seorang pekerja, TJ Sabula, memecah kesibukan. "Pelindung pedofil!" serunya ke arah Donald Trump. Apa yang terjadi selanjutnya hanya berlangsung belasan detik, namun langsung menyambar seperti petir di media sosial.

Trump membalas. Tanpa suara, tapi gerak bibirnya jelas terbaca: "FUCK YOU." Diikuti dengan satu jari tengah yang diacungkan tinggi. Dua kali. Adegan singkat dan vulgar itu terekam kamera dan dalam sekejap tersebar ke mana-mana.

Tanggapan resmi dari Gedung Putih datang cepat. Steven Zhang, Direktur Komunikasi, tak ragu menyebut pengunjuk rasa itu "orang gila" yang histeris. Sementara itu, respons presiden dinilainya justru "tepat dan jelas." Sebuah pembelaan yang kontras, sekaligus menunjukkan siapa yang memegang kendali narasi.

Yang menarik, insiden ini terjadi di saat yang cukup peka. Kementerian Kehakiman AS sedang dalam tekanan untuk membuka dokumen-dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein. Publik menunggu transparansi, terutama soal jaringan transaksi dan perdagangan seks yang melibatkan banyak nama besar. Kunjungan ke pabrik yang mestinya soal lapangan kerja, tiba-tiba berbelok ke arah yang sama sekali berbeda.

Di sisi lain, reaksi Ford Motor Company sendiri terasa berbelit. Lewat juru bicaranya, perusahaan mengaku bangga pada para pekerjanya dan menjunjung nilai saling menghormati. Tapi nyatanya, mereka justru membuka penyelidikan dan menangguhkan TJ Sabula. Klaim dan tindakan yang berjalan sendiri.


Halaman:

Komentar