Untungnya, situasi pelik itu berhasil diredam setelah polisi turun tangan melakukan mediasi. Mereka memberi jaminan bahwa tidak akan ada aktivitas pengerjaan hari itu. Janji itu yang akhirnya membuat warga lega, setidaknya untuk sementara.
Dengan pengawalan dari aparat, alat berat itu pun akhirnya diputar balik, meninggalkan pemukiman warga yang sempat hendak dijadikan jalur akses proyek. Warga mengawalnya dari belakang, memastikan mereka benar-benar pergi.
Namun begitu, ini bukan akhir cerita. Suasana memang sudah kondusif, tapi kewaspadaan warga tidak berkurang sama sekali. Mereka mengancam akan kembali menghadang, dengan massa yang lebih besar, jika pengembang nekat memaksakan lagi alat beratnya lewat jalur yang sama.
Hingga kini, warga masih terus berjaga. Mereka memantau setiap pergerakan mencurigakan di sekitar desa, memastikan tak ada satu pun aktivitas proyek yang berjalan tanpa persetujuan mereka. Perjuangan untuk alam yang mereka cintai tampaknya masih panjang.
Artikel Terkait
Fortuna Sittard Taklukkan NEC Nijmegen 3-2, Justin Hubner Cetak Gol
Al Nassr Bangkit dari Ketertinggalan, Raih Kemenangan 3-1 Berkat Gol Bunuh Diri Lawan dan Al Hamdan
Bayern Munich Kalahkan Borussia Dortmund 3-2 dalam Laga Sengit Der Klassiker
Prabowo: Kebersamaan Imlek dan Ramadhan Wajah Asli Indonesia