Hendropriyono: Kunci Bandara Gatot Subroto Bukan Orang, Tapi Pergerakan Uang

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 13:50 WIB
Hendropriyono: Kunci Bandara Gatot Subroto Bukan Orang, Tapi Pergerakan Uang

Di sebuah acara peluncuran buku bertajuk "The History of Way Tuba Air Strip", mantan Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) Abdullah Mahmud Hendropriyono menyuarakan ajakannya. Ia mengajak publik untuk ikut berkontribusi membangun Bandara Gatot Subroto yang terletak di Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Menurutnya, partisipasi bersama inilah kunci untuk menggerakkan roda perekonomian setempat.

Acara itu sendiri dihadiri sejumlah tokoh penting. Mulai dari Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi hingga Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, turut hadir memberi dukungan.

"Masalahnya adalah pergerakan uang, bukan orang," tegas Hendropriyono dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).

Dia melanjutkan, "Untuk itu saya pikir harus ada investor besar agar kegiatan bisnis eksternal mendukung pergerakan ekonomi internal."

Guru Besar STIN ini meyakini, Lanud Gatot Subroto punya potensi besar meningkatkan kesejahteraan warga Lampung dan sekitarnya. Logikanya sederhana: pergerakan ekonomi di Way Kanan, khususnya Way Tuba, nantinya akan berpengaruh langsung pada lalu lintas penerbangan di bandara tersebut.

"Tidak ada penerbangan ke sini bukan karena masyarakatnya miskin tidak mampu beli tiket," ujarnya lagi, menegaskan poin sebelumnya. "Bukan masalah pergerakan orang, tapi pergerakan uang yang beredar."

Di sisi lain, Hendropriyono juga membocorkan komunikasinya dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Menurut penuturannya, rencananya Bappenas akan melakukan survei ke lokasi.

"Alhamdulillah tadi malem saya bisa berhubungan dengan Ketua Bappenas," katanya.

Lalu Ketua Bappenas bilang 'akan saya survei mudah-mudahan bisa jadi Kawasan Ekonomi Khusus Terbatas'.

Dari percakapan itu, terlihat bahwa pihak Bappenas menilai Lanud Gatot Subroto berpeluang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Terbatas. Harapan Hendropriyono jelas: ia ingin masyarakat turut serta membangun wilayah itu.

"Kita berharap partisipasi masyarakat, saya berharap kepala desa itu ikut bergerak, itu termasuk membangun," tuturnya dengan semangat.

"Dengan bergandengan tangan seperti itu, jika Bappenas bisa jadi zona ekonomi terbatas nggak lama kita bisa moncer."

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar