CIANJUR – Suasana di Kampung Pasir Cina, Desa Cipendawa, mendadak tebar Rabu sore kemarin. Puluhan warga, kebanyakan ibu-ibu, memadati jalan untuk menolak proyek panas bumi di Gunung Gede Pangrango. Aksi mereka berujung pada pengadangan terhadap sejumlah alat berat yang hendak melintas.
Alasannya sederhana tapi mendalam: mereka takut. Proyek yang digadang-gadang sebagai energi bersih ini justru dinilai mengancam sumber kehidupan mereka. Kekhawatiran akan kerusakan lingkungan dan mata air menjadi pemicu utama aksi itu.
Begitu suara mesin diesel alat berat itu terdengar mendekat, massa langsung bergerak. Mereka membentuk barisan, menghalangi laju kendaraan proyek. Ketegangan pun tak terhindarkan. Beberapa warga bersikukuh, alat berat itu tak boleh melangkah lebih jauh ke arah hutan.
Koordinator aksi, Aryo Prima, menyuarakan kegelisahan itu dengan lantang.
"Kami minta proyek ini dihentikan. Kami sangat khawatir proyek ini bisa merusak alam di kawasan Gunung Gede Pangrango yang selama ini kami jaga," tegasnya di hadapan massa.
Artikel Terkait
Kartu Nusuk 2026 Dijanjikan Langsung Dibagikan di Indonesia
Trump Klaim Pembantaian di Iran Berakhir, Nada Ancaman Mendadak Redup
Senior PPDS Unsri Kena SP2 Usai Pungli Junior untuk Biaya Clubbing
Iran Siagakan Garda Revolusi, Tuding AS dan Israel Dalangi Kerusuhan