Di bawah terik matahari Serang, Banten, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan penting tentang kerja tim. Bukan di ruang ber-AC yang formal, melainkan di tengah euforia acara serah terima kunci KPR FLPP, Sabtu lalu. Baginya, keberhasilan sebuah pemerintahan mustahil digantungkan pada satu dua orang saja.
"Kita satu tim, kita satu tim," tegasnya, menekankan setiap kata. "Tidak bisa keberhasilan itu hanya tertumpu pada satu dua orang."
Pencapaian yang diraih, menurut Prabowo, adalah buah dari kolaborasi solid seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Dia merasa bangga dikelilingi oleh putra-putri terbaik bangsa. Lalu, dengan gaya khasnya, dia pun membawa analogi yang mudah dicerna: sepak bola.
"Seorang pemimpin yang ingin berhasil kuncinya adalah harus memilih tim yang hebat. Sama dengan sepak bola," ucap Prabowo.
"Mau berhasil harus dipilih tim yang hebat. Siapa kiper, siapa striker, siapa pemain tengah, siapa pemain pertahanan, dan pelatih yang hebat kita pilih."
Penjelasannya tak berhenti di situ. Prabowo lantas menegaskan prinsip seleksi yang dia pegang. Semuanya harus berdasarkan kompetensi, titik.
"Enggak melihat ini saudaranya siapa, ini ponakannya siapa, kroninya siapa. Kroni boleh tapi kalau enggak bisa striker, enggak bisa dapat gol, ya enggak bisa dimainkan."
"Enggak ditanya orang tuanya siapa, sukunya apa, agamanya apa, enggak ditanya, enggak boleh ditanya," tambahnya tegas.
Pernyataan itu bukan tanpa konteks. Indonesia, diakui Prabowo, adalah mozaik yang kaya. Keragaman suku, budaya, dan bahasa adalah realitas yang tak terbantahkan. Namun begitu, di balik keberagaman itu, ada satu hal yang harus dijaga bersama: persatuan.
"Jadi saudara-saudara, kuncinya adalah kekompakan, kerja sama, unity, persatuan," jelasnya.
Lalu dia merinci, "Dan persatuan artinya harus setia. Setia kepada siapa? Jangan setia kepada orang, kita harus setia kepada nilai-nilai, setia kepada tanah air, setia kepada bangsa, setia kepada rakyat."
Hanya dengan fondasi itulah, katanya, hasil yang baik bisa diraih. Pesannya sederhana namun mendasar, disampaikan di antara sorak dan harapan ratusan penerima kunci rumah.
Artikel Terkait
31 Pelajar SMP di Gowa Diamankan Polisi Usai Konvoi Bawa Senjata Tajam
DWP Kemenko Perekonomian dan WBI Beri Penghargaan Kartini Muda ke Desainer Muda Pelestari Wastra Nusantara
PSG ke Final Liga Champions Usai Tumbangkan Bayern, Arsenal Jadi Lawan di Partai Puncak
Presiden Prabowo Titip Pesan ke Jemaah Haji: Semoga Pulang Jadi Haji Mabrur