Jadi, apa yang terjadi? Menurut Pangdam, ada indikasi aktivitas dari kelompok tertentu yang bisa mengacaukan keamanan. Mereka berpotensi mengganggu stabilitas dan bikin acara nggak lancar. Yahukimo memang butuh perhatian, tapi kalau kondisinya belum benar-benar siap, lebih baik ditunda dulu.
Di sisi lain, Amrin menegaskan bahwa komitmen pemerintah pusat untuk membangun Yahukimo sama sekali tidak goyah. Niat kunjungan itu tetap ada, hanya waktunya saja yang akan diatur ulang. Tunggu sampai situasi benar-benar kondusif dan aman.
Pengumuman ini disampaikan Amrin di Bandara Internasional Frans Kaisiepo, Biak. Ia tampil didampingi dua pejabat tinggi: Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kapolda Papua Irjen Pol Petrus Patrige R. Renwarin. Kehadiran mereka mempertegas bahwa soal keamanan ini ditangani serius oleh semua pihak.
Artikel Terkait
Senior PPDS Unsri Kena SP2 Usai Pungli Junior untuk Biaya Clubbing
Iran Siagakan Garda Revolusi, Tuding AS dan Israel Dalangi Kerusuhan
Enam Pak Ogah di Exit Tol Rawa Buaya Akhirnya Dibekuk
Buruh Serbu DPR dan Kemnaker, Tuntut UMP Jakarta Rp5,89 Juta