Di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, suasana Senin (2/3/2026) itu cukup tegang. Jaksa kembali menghadirkan saksi kunci: Basuki Tjahaja Purnama, atau yang lebih dikenal sebagai Ahok, mantan Komisaris Utama Pertamina. Kehadirannya berkaitan dengan kasus korupsi pengadaan gas alam cair atau LNG.
Namun begitu, jalannya persidangan tak berlangsung mulus. Terdakwa, Hari Karyuliarto yang merupakan mantan Direktur Gas PT Pertamina, terlibat debat sengit dengan sang mantan atasan. Perdebatan itu berpusat pada satu hal: soal keuntungan bisnis LNG.
Hari membuka pertanyaan dengan menanyai Ahok. Ia ingin tahu apakah Ahok menyadari bahwa Pertamina sebenarnya mendapat untung dari pembelian LNG ke perusahaan bernama Corpus Christi Liquefaction LLC.
"Bapak tahu bahwa Corpus Christi, Woodside, semuanya untung?" tanya Hari, suaranya terdengar menantang.
"Iya. Itu sesuatu yang saya maksudkan...," jawab Ahok mencoba menjelaskan.
Tapi jawabannya langsung dipotong.
"Bapak tahu?" tanya Hari sekali lagi, seolah memastikan.
"Tahu. Karena memang kebetulan dunia tiba-tiba LNG naik," balas Ahok dengan lugas.
Rupanya, Hari belum puas. Ia lalu melanjutkan dengan pertanyaan yang lebih menusuk. Ia menanyakan apakah topik keuntungan LNG ini pernah dibahas dalam rapat-rapat internal, dan yang lebih penting, mengapa Ahok tak pernah sekalipun mengucapkan terima kasih atas keuntungan yang didapat perusahaan itu.
Ahok tampak berusaha meluruskan duduk persoalan.
"Saya bukan, bukan persoalan ini jadi untung. Jadi jangan salah paham. Persoalannya...," ujarnya.
Sayangnya, sekali lagi, penjelasannya terpotong di tengah jalan.
"Nggak. Saya, pertanyaan saya, Bapak tahukah untung?" sahut Hari, bersikukuh pada pertanyaan awalnya.
Pertukaran kata-kata yang alot ini menunjukkan betapa rumitnya kasus ini. Di sisi lain, sidang seperti ini mengungkap dinamika internal yang jarang terlihat oleh publik. Nuansa naratif dari percakapan mereka memberi gambaran bahwa persoalannya bukan hitam putih semata, meski fakta hukumnya tetap harus ditegakkan.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Kerahkan PJLP untuk Tekan Populasi Ikan Sapu-sapu di Sungai Jakarta
Jukir Otak Pengeroyokan Satpam di Makassar Ditangkap, Anaknya Masih Diburu
Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Program Strategis, Fokus pada Hilirisasi dan Energi dari Sampah
Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Tewaskan Satu Keluarga di Grogol Petamburan