Bantuan untuk Tahanan Politik Rusia: Kisah Perjuangan dan Tantangan
Julia, seorang mantan tahanan politik di Rusia yang namanya disamarkan, menghabiskan beberapa tahun dalam penjara tanpa mendapat bantuan dari luar selama masa awal penahanannya. "Awalnya saya bahkan harus memotong kuku dengan pisau cukur tua," kenangnya tentang kondisi sulit yang dialami para tahanan politik.
Kebutuhan Mendesak Tahanan Politik
Setelah bebas, Julia kini aktif mengumpulkan kebutuhan pokok untuk tahanan politik lain. "Sabun, tisu toilet, handuk, pakaian dalam - itulah yang paling dibutuhkan," ujarnya. Meski jumlah tahanan politik terus meningkat, bantuan justru menurun akibat kenaikan harga di Rusia.
Biaya Bantuan Hukum dan Dukungan Keluarga
Keluarga tahanan politik sering menggalang dana di media sosial untuk biaya hukum. Kasus Yevgeny Bestuzhev, ilmuwan politik yang dikenai hukuman percobaan setelah mengkritik perang Rusia di Ukraina, menunjukkan pentingnya pengacara berkualitas.
Inisiatif "You Are Not Alone" yang dipimpin mantan tahanan politik Ksenia Fadeyeva memberikan bantuan kepada keluarga tahanan. "Keluarga harus memilih antara mengirim paket ke penjara, membayar kegiatan anak, atau membeli obat untuk orang tua lanjut usia," kata Fadeyeva.
Realitas Penggalangan Dana
Tahun 2024, "You Are Not Alone" berhasil mengumpulkan 45 juta rubel (Rp 9,3 miliar). Namun, rata-rata sumbangan per tahanan turun dari 30.000 rubel (Rp 6,2 juta) menjadi 10.000 rubel (Rp 2 juta) pada 2025. "Tidak ada lagi dana yang tersisa," ujar penyelenggara proyek.
Tantangan dalam Memberi Bantuan
Elena Skvortsova dari First Department menjelaskan bahwa keberhasilan penggalangan dana sering bergantung pada kisah para tahanan. Kasus Polina Yevtushenko, ibu muda yang menghadapi hukuman 22,5 tahun karena mengkritik perang, berhasil menarik perhatian publik.
Keterbatasan lain adalah sumber dana. "Donasi hanya boleh bersumber dari dalam negeri," jelas perwakilan proyek Zaodno. Uang dari luar negeri dapat menyebabkan akun penerima dibekukan.
Peran Organisasi HAM
OVD-Info, salah satu organisasi HAM terbesar di Rusia yang berdiri sejak 2011, mengumpulkan sumbangan dalam bentuk mata uang kripto untuk keadaan darurat. "Jika sesuatu terjadi pada proyek, donasi kripto akan membantu kami dan para tahanan," tulis pernyataan organisasi tersebut.
Kesulitan Menyebarkan Informasi
Denis Shedov dari OVD-Info mengakui tantangan dalam menyebarkan informasi tentang tahanan politik. "Banyak tahanan takut akan perhatian publik, tapi mereka tetap membutuhkan bantuan," katanya.
Menurut Fadeyeva, saat ini terdapat sekitar 1.500 tahanan politik di Rusia yang membutuhkan bantuan. "Kondisi di penjara semakin memburuk. Orang-orang terus ditempatkan di sel penjara tanpa perawatan medis yang memadai," tegasnya.
Artikel Terkait
PM Albanese Tiba di Jakarta, Siap Teken Traktat Keamanan Bersama dengan Indonesia
Megawati Ungkap Kekhawatiran Bersama Paus Fransiskus Soal Pemanasan Global
Pemerintah Kaji RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing
Lubang di Jalan Gatot Subroto Jaksel Picu Kecelakaan, Warga Minta Perbaikan Mendasar