Pordi Makassar Resmi Dilantik, Targetkan Pembinaan Seribu Atlet dan Cetak Wasit Profesional

- Rabu, 03 Juni 2026 | 06:30 WIB
Pordi Makassar Resmi Dilantik, Targetkan Pembinaan Seribu Atlet dan Cetak Wasit Profesional

Ketua Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin, resmi melantik jajaran pengurus Pordi Makassar untuk masa bakti 2026–2030 dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Hotel MaxOne, Makassar, Selasa malam (2/6/2026). Acara tersebut dihadiri oleh ratusan atlet domino dari berbagai wilayah di Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Ilham yang akrab disapa IAS menekankan bahwa jabatan di kepengurusan bukan sekadar atribut formal. “Selamat kepada semua pengurus yang baru saja dilantik. Pengurus bukan sekadar simbol dan gagah-gagahan, melainkan tanggung jawab dalam menakhodai seluruh atlet,” ujarnya.

Ia menaruh harapan besar kepada Ketua Pordi Makassar yang baru, Dr. Andi Amrullah Djaya, untuk mampu menjalankan pembinaan atlet secara merata hingga ke pelosok kota. “Jadikan Pordi Makassar pusat pembinaan atlet dan gardu agar dapat mengikuti setiap turnamen bergengsi,” harap IAS.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, IAS memaparkan sejumlah agenda strategis yang tengah dijalankan Pordi Sulsel. Salah satunya adalah pelatihan atau training of trainers bagi wasit profesional. Menurutnya, jumlah wasit bersertifikat di Sulawesi Selatan masih sangat terbatas, padahal peran mereka krusial dalam menjaga sportivitas setiap pertandingan. “Kita lakukan ToT wasit. Wasit kita terbatas,” kata mantan Wali Kota Makassar periode 2004–2014 itu.

Di sisi lain, Pordi Sulsel juga fokus pada pembinaan gardu sebutan untuk kelompok atau tempat latihan atlet domino serta penjaringan bibit-bibit unggul. IAS mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan audiensi dengan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan untuk membentuk pos keamanan lingkungan (Poskamling) di setiap rukun wilayah yang nantinya difungsikan sebagai gardu binaan Pordi.

Menanggapi hal tersebut, Andi Amrullah Djaya memaparkan perkembangan pembinaan atlet domino di Kota Makassar. Ia menyebutkan bahwa saat ini Pordi Makassar telah membina lebih dari seribu atlet, yang tercermin dari jumlah kartu atlet yang telah diterbitkan oleh Pengurus Daerah. “Domino adalah satu olahraga yang dekat dengan masyarakat. Domino ini dimainkan mulai dari pejabat hingga anak muda di lorong-lorong,” ujar mantan legislator Makassar itu.

Andi Amrullah juga menegaskan bahwa pihaknya kini lebih ketat dalam memberikan izin perpindahan atlet dari satu gardu ke gardu lain. Langkah ini diambil agar para atlet lebih fokus pada pengembangan diri dan memperkuat soliditas dengan pasangan bermain atau tandem. “Kita harus menerima dikritik oleh partner kalau salah turun. Maka naluri saat menurunkan kartu itu harus terbangun dengan partner,” jelasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini