Medan patut berbangga. Baru-baru ini, siswa-siswi SMP Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Mereka pulang dari Thailand dengan membawa empat medali dari ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation, and Technology Exposition (IPITEX) yang digelar awal Januari lalu. Dua perak dan dua perunggu berhasil mereka kumpulkan.
IPITEX sendiri bukan ajang sembarangan. Ini adalah pameran sekaligus kompetisi bergengsi yang mempertemukan penemu dan inovator dari berbagai negara untuk memamerkan karya-karya terbaik mereka.
Kepala SMP YPSA, Linda Hariati Siregar, mengungkapkan bahwa persiapan untuk lomba ini tidak singkat. Butuh proses panjang sekitar lima bulan.
kata Linda saat kami temui di kantornya, Rabu lalu.
Menurutnya, sebanyak 27 siswa diterjunkan ke ajang di Thailand itu. Mereka dibagi dalam empat tim, dan masing-masing tim berhasil membawa pulang medali.
Tim pertama menyabet medali perak berkat inovasi bernama Friendcil. Apa itu? Friendcil adalah pensil warna ramah lingkungan. Uniknya, bahan bakunya berasal dari biokomposit bagas tebu dan eceng gondok, ditambah fitopigmen alami serta ekstrak aromatik khas Sumatera Utara.
ujar Linda menerangkan.
Medali perak kedua datang dari tim dengan inovasi Soulmeat. Produk ini adalah daging analog berbahan dasar tumbuhan, khususnya labu, yang dikemas sebagai pangan bergizi tinggi untuk membantu mencegah anemia.
ucapnya.
Di sisi lain, dua tim lainnya berhasil meraih medali perunggu. Salah satunya lewat karya Eleaftricity. Inovasi ini cukup cerdas, mengeksplorasi pewarna alami dari tanaman endemik Sumut seperti daun singkong dan andaliman sebagai fotosensitizer murah untuk Sel Surya Sensitif Pewarna (DSSC).
Artikel Terkait
Menlu Sugiono: Diplomasi Indonesia Harus Berbasis Realisme di Tengah Dunia yang Abu-Abu
Malam itu, Jakarta Mulai Menghapus Jejak Monorel yang Mangkrak
KPK Geledah Ditjen Pajak, Selidiki Aliran Suap ke Kantor Pusat
Dari Iseng Jadi Laris, Gerobak Cuanki Mini Mang Den Raup Ratusan Ribu Sehari