Meski demikian, rapat itu bukan sekadar formalitas. Tito memastikan satu per satu indikator pemulihan dicek ulang. Mulai dari layanan publik, akses jalan, sampai hal-hal vital seperti BBM, listrik, dan air bersih. Menurutnya, masukan detail dari daerah adalah kunci. Tanpa itu, bantuan dari pusat bisa meleset.
“Kita mau detail titik-titiknya. Khususnya di Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Nanti bisa kita sampaikan ke menteri terkait, misalnya Menteri PU atau Menteri Kesehatan, biar semua bergerak ke lokasi yang tepat,” tegasnya.
Di sisi lain, forum tersebut berhasil mengidentifikasi sejumlah daerah yang masih butuh perhatian ekstra. Kabupaten Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, dan Pesisir Selatan adalah beberapa di antaranya. Masukan dari kepala daerah di wilayah-wilayah ini akan dibawa ke rapat Satgas di tingkat nasional.
“Untuk yang belum pulih, kita kendalikan lagi. Kita keroyok ramai-ramai agar cepat selesai,” tandas Tito.
Rapat di Padang ini adalah bagian dari rangkaian konsultasi yang dilakukan Tito. Sebelumnya, pertemuan serupa sudah digelar di Aceh dan Sumatera Utara. Tujuannya sama: mendengarkan suara dari daerah sebelum mengambil langkah strategis.
Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah pejabat penting. Kepala BNPB Suharyanto dan Wamen PPPA Veronica Tan hadir, bersama Forkopimda Provinsi Sumbar serta seluruh bupati dan wali kota setempat. Mereka semua berkumpul, berdiskusi, mencari jalan tercepat untuk bangkit.
Artikel Terkait
Polisi Sumsel Belum Terima Laporan Resmi Dugaan Perundungan Mahasiswi PPDS UNSRI
Buruh Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Khawatir Upah Makin Terpuruk
5 Drama China dengan Hubungan Paling Toxic, Bikin Gregetan tapi Tetep Nagih
KPK Geledah Kantor Pajak Pusat, Koper Barang Bukti Dibawa Keluar