Agenda hari itu masih panjang. Usai bertemu Harraj, Sjafrie melanjutkan kunjungan kehormatan kepada Field Marshal Syed Asim Munir, pimpinan tertinggi militer Pakistan. Percakapan mereka berfokus pada dinamika keamanan yang terus berubah di kawasan. Bagaimana meningkatkan kerja sama antar angkatan bersenjata? Latihan bersama dan pendidikan militer jadi salah satu jawabannya, untuk membangun interoperabilitas yang lebih solid.
Tak lupa, Angkatan Udara juga mendapat perhatian khusus. Dalam kunjungan penutupnya ke Air Headquarters Pakistan Air Force, Sjafrie bertemu Kepala Staf AU Pakistan, Zaheer Ahmad Babar Sidhu. Hubungan antara TNI AU dan Pakistan Air Force memang sudah ada, dan pertemuan ini bertujuan memperdalamnya terutama lewat pertukaran personel, pelatihan, dan berbagi pengalaman.
“Kerja sama antara dua Angkatan Udara merupakan bagian integral dari diplomasi pertahanan Indonesia dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme prajurit,” tegas Sjafrie.
Secara keseluruhan, rangkaian diplomasi ini bukan sekadar kunjungan rutin. Ini adalah langkah nyata Indonesia untuk menjaga kemitraan yang sudah terbangun. Dasarnya jelas: kepercayaan, dialog yang terus menerus, dan tentu saja, semangat untuk saling menguntungkan. Di tengarai geopolitik yang kerap tak menentu, upaya seperti inilah yang pada akhirnya berkontribusi bagi stabilitas kawasan.
Artikel Terkait
Prabowo Resmikan Kilang Balikpapan Senilai Rp123 Triliun, Dampingi Panglima TNI
Tiga Pelaku Pembunuhan Remaja di TPU Bekasi Akhirnya Ditangkap
Kasus Bullying dan Pungli di PPDS Unsri, Kemenkes Hentikan Sementara Program Spesialis Mata
KBA News Gelar Seminar, Bahas Peran Seni sebagai Penggerak Perubahan Sosial