Senin lalu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin tiba di Islamabad untuk serangkaian pertemuan penting. Agenda utamanya? Memperkokoh kerja sama pertahanan dengan Pakistan, sebuah kemitraan yang sudah berjalan cukup lama.
Pertemuan pembuka digelar bersama Menteri Produksi Pertahanan Pakistan, Muhammad Raza Hayat Harraj. Mereka duduk membahas bagaimana komitmen kedua negara bisa ditingkatkan. Landasan utamanya tentu saja Agreement on Cooperation Activities in the Field of Defence yang sudah disepakati sejak 2010. Dari situ, obrolan berkembang ke hal-hal yang lebih teknis: dialog strategis, latihan militer bersama, sampai pengembangan sumber daya manusia.
“Komunikasi yang berkelanjutan dan saling percaya merupakan fondasi utama dalam memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia dan Pakistan,” ujar Sjafrie.
Pernyataan itu dia sampaikan lewat media sosial, sekaligus menyinggung soal kolaborasi industri. Indonesia, lewat PT Pindad, mendorong kerja sama di sektor darat. Caranya? Dengan modernisasi alutsista yang rasional, tidak asal beli, tapi benar-benar mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan anggaran.
Artikel Terkait
Prabowo Resmikan Kilang Balikpapan Senilai Rp123 Triliun, Dampingi Panglima TNI
Tiga Pelaku Pembunuhan Remaja di TPU Bekasi Akhirnya Ditangkap
Kasus Bullying dan Pungli di PPDS Unsri, Kemenkes Hentikan Sementara Program Spesialis Mata
KBA News Gelar Seminar, Bahas Peran Seni sebagai Penggerak Perubahan Sosial