Lalu, siapa yang harus bertanggung jawab? SBY secara khusus menunjuk para pemimpin. Ia berharap, para pemimpin di level mana pun punya tanggung jawab moral untuk menjaga Indonesia tetap rukun. Tetap bersatu.
“Menjaga persatuan dan kerukunan, unity in diversity, harmony in diversity, bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng,” tegasnya lagi.
Ia menekankan bahwa hal itu harus dirawat tanpa henti. Itu adalah misi dan kewajiban bersama.
“Harus dijaga, dirawat sampai kapan pun. Dan itu misi, kewajiban dan tanggung jawab para pemimpin di negeri ini,” tuturnya.
Dalam pandangannya, tanggung jawab itu tak hanya berada di pundak pemerintah. Tapi juga para pemimpin agama, tokoh masyarakat, dan semua yang punya pengaruh. Semuanya harus bahu-membahu. Agar persaudaraan yang menjadi fondasi itu tak pernah luntur.
Artikel Terkait
Kemlu Tegaskan Pasukan TNI ke Gaza Bersifat Non-Tempur dan Bisa Dihentikan Kapan Saja
Jadwal Imsak dan Salat Hari Ini di Pangkal Pinang, 28 Februari 2026
Jadwal Imsak dan Salat untuk Makassar, 10 Ramadan 1447 H
Waktu Sahur di Ramadhan, Momentum Mustajab untuk Memperbanyak Dzikir dan Istighfar