Jakarta Barat mencatat 9 RT yang terendam. Di Kelurahan Tegal Alur, lima RT tergenang dengan air setinggi 30 hingga 35 cm. Sementara itu, di Kedoya Selatan, empat RT dilaporkan terendam sekitar 30 cm.
Jakarta Utara sendiri lebih parah, dengan 13 RT terdampak. Genangan tersebar di beberapa titik: Kalibaru (1 RT, 30 cm), Semper Barat (3 RT, 30 cm), dan Sukapura (1 RT, 30 cm). Di Lagoa, dua RT terendam air 10-15 cm. Lalu, satu RT di Tanjung Priok tergenang 25 cm. Titik terdalam ada di Warakas, di mana lima RT dilaporkan terendam hingga 35 sentimeter.
Sementara itu, para pengungsi tersebar di berbagai titik pengungsian. Di Jakarta Barat, Tegal Alur menampung 153 jiwa di rusun dan RPTRA Alur Anggrek.
Namun begitu, beban terberat ada di Jakarta Utara. Kalibaru menampung 68 jiwa di sebuah gedung pelayanan masyarakat. Rusun Embrio di Semper Barat dipadati 625 jiwa, sementara sebuah bengkel mobil di Sukapura menjadi tempat singgah sementara bagi 91 warga. Di Lagoa, masjid dan sekretariat RW menampung 25 jiwa. Konsentrasi pengungsi terbesar di Warakas, tersebar di tiga tempat ibadah dengan total 175 jiwa.
Pemandangan ini tentu mengingatkan kita bahwa ancaman banjir masih nyata. Meski air perlahan surut, puluhan RT itu masih terisolasi, dan ribuan warga belum bisa kembali ke rumah mereka.
Artikel Terkait
Sembilan Agenda Prioritas DPR di Sidang III, Mulai dari Bencana hingga Reformasi Hukum
Gelombang Dukungan di Teheran, Protes di Kegelapan
Fahri Hamzah Soroti Jurang Ekonomi dan Trauma Politik di Era Baru
Tutup Tangki Motor Jatuh ke Selokan, Damkar Depok Turun Tangan