Presiden Prabowo Kembali ke Indonesia Usai Kunjungan Diplomatik ke Empat Negara

- Minggu, 01 Maret 2026 | 08:45 WIB
Presiden Prabowo Kembali ke Indonesia Usai Kunjungan Diplomatik ke Empat Negara

Jakarta, Jumat pagi (27/2/2026) – Pesawat yang membawa Presiden Prabowo Subianto akhirnya mendarat. Setelah menyelesaikan serangkaian lawatan kerja ke beberapa negara, ia kembali ke Tanah Air. Di bandara, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sudah menunggu untuk menyambutnya langsung.

Perjalanan kali ini cukup padat. Tujuannya jelas: mempererat hubungan diplomatik dan menjalin kerja sama strategis. Sebelum mendarat di Jakarta, Presiden telah menyambangi Amerika Serikat, Inggris, Yordania, dan terakhir Uni Emirat Arab.

Di Washington DC, agenda utamanya adalah menghadiri pertemuan perdana Board of Peace. Namun, momen yang paling menarik perhatian adalah pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump. Kedua pemimpin itu berhasil menandatangani sebuah kesepakatan terkait tarif dagang, yang dinilai cukup penting.

Sementara di London, cuaca mungkin mendung, tapi suasana di ruang pertemuan terasa hangat. Presiden menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara BPI Danantara dengan perusahaan teknologi ternama, Arm Limited.

Lalu, perjalanan berlanjut ke Yordania. Di sana, sambutan hangat datang dari Putra Mahkota Pangeran Hussein bin Abdullah al-Hashimi. Pertemuan puncaknya tentu saja dengan Raja Abdullah II.

Pembicaraan mereka berdua cukup intens, terutama menyangkut isu perdamaian di Timur Tengah. Palestina menjadi fokus utama diskusi yang berlangsung di tengah suasana Ramadan itu.

Terakhir, Abu Dhabi menjadi titik akhir rangkaian kunjungan. Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), menerima Prabowo untuk membahas penguatan kerja sama bilateral kedua negara. Kehadiran Presiden juga disambut meriah oleh diaspora dan mahasiswa Indonesia yang berada di sana.

Selama perjalanan yang melelahkan ini, Prabowo tidak sendirian. Ia didampingi sejumlah pejabat kabinet inti. Di antaranya ada Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan SDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan juga turut dalam rombongan.

Dengan demikian, rangkaian diplomasi maraton ini pun resmi berakhir. Kini, pekerjaan di dalam negeri menunggu.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar