Islam Makhachev Ukir Sejarah sebagai Juara Ganda UFC Usai Taklukkan Jack Della Maddalena
Petarung MMA asal Dagestan, Islam Makhachev, telah resmi mencatatkan namanya dalam sejarah UFC dengan menjadi juara di dua kelas berbeda. Makhachev kini menyandang gelar Juara Kelas Welter UFC, menambah koleksi sabuk Juara Kelas Ringan yang telah dipegangnya.
Gelar welter ini berhasil direbut Makhachev setelah ia menundukkan petarung tangguh, Jack Della Maddalena, dalam acara UFC 322 yang berlangsung di New York, Amerika Serikat. Pertarungan tersebut berakhir dengan kemenangan mutlak bagi Makhachev melalui keputusan juri.
Mencapai status juara ganda atau double champ bukanlah jalan mudah. Sesuai peraturan UFC yang melarang seorang petarung memegang dua gelar juara aktif sekaligus, Makhachev terlebih dahulu melepaskan sabuk juara kelas ringannya sebelum pertarungan ini dimulai. Keputusan ini membuktikan tekad bulatnya untuk meraih mimpi terbesar.
Di atas octagon, Makhachev tampil sangat dominan. Dari ronde pertama hingga bel terakhir berbunyi, ia mengendalikan jalannya pertandingan dengan pertarungan ground dan pound yang khas. Ketiga juri kompak memberikan skor identik 50-45 untuk kemenangan Makhachev yang tak terbantahkan.
Kemenangan bersejarah ini sekaligus menempatkan Islam Makhachev dalam daftar elit petarung UFC. Ia kini menjadi petarung ke-11 sepanjang sejarah organisasi yang berhasil menjadi juara dunia di dua divisi berat yang berbeda.
Pencapaian Makhachev ini juga dinilai melampaui rekan senegaranya yang juga legenda, Khabib Nurmagomedov. Sang mentor 'The Eagle' hanya pernah menjadi juara dunia di kelas ringan, sementara Makhachev telah menaklukkan dua divisi.
"Ini adalah mimpi," ujar Makhachev penuh perasaan setelah pertarungan, di mana Khabib sendiri yang mengalungkan kedua sabuk juara di pundaknya. "Semua kerja keras yang sudah saya lakukan untuk kedua sabuk ini. Saya sangat bahagia. Hidup saya telah berubah."
Selain gelar ganda, Makhachev juga menyamai rekor kemenangan beruntun terpanjang dalam sejarah UFC, yaitu 16 kemenangan secara berturut-turut. Ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu petarung terhebat dalam olahraga MMA modern.
Artikel Terkait
Meksiko Hajar Afrika Selatan 2-0 di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Diwarnai Tiga Kartu Merah
Raffi Ahmad Bantah Terlibat Kasus Suap Impor Ilegal, Hotman Paris Siapkan Langkah Hukum
Rehan/Gloria Tembus Perempat Final Australian Open 2026 Usai Kalahkan Wakil Chinese Taipei
PTDI Sulap Dua Boeing 737-200 Terbengkalai Selama 20 Tahun Jadi Sarana Edukasi Kedirgantaraan