Hindari Bubur hingga Kepiting: Makanan yang Dipercaya Bawa Sial Saat Imlek

- Kamis, 22 Januari 2026 | 20:45 WIB
Hindari Bubur hingga Kepiting: Makanan yang Dipercaya Bawa Sial Saat Imlek
Makanan Pantangan Saat Imlek, Benarkah Bawa Sial?

Imlek 2026 tinggal menghitung hari. Tanggal 17 Februari nanti, rumah-rumah warga Tionghoa pasti sudah dipenuhi persiapan. Mulai dari dekorasi merah merona sampai menu makanan spesial untuk disantap bersama keluarga. Tapi hati-hati, lho. Konon, ada beberapa jenis makanan yang pantang dihidangkan saat perayaan. Katanya sih, bisa mendatangkan nasib kurang baik.

Memang, makan besar bersama sanak saudara adalah inti dari perayaan. Suasana hangat, canda tawa, dan tentu saja, hidangan lezat yang menggiurkan. Namun begitu, dalam keyakinan turun-temurun, tak semua makanan boleh sembarangan masuk ke meja makan. Alasannya beragam, mulai dari bunyi penyebutannya, bentuknya, hingga makna simbolis di baliknya.

Nah, kira-kira makanan apa saja yang sebaiknya dihindari? Mari kita lihat satu per satu.

Bubur

Ini yang pertama. Bubur sering dikaitkan dengan masa sulit atau kemiskinan. Makanan sederhana ini dianggap melambangkan kekurangan. Makanya, menyajikannya di hari raya diyakini bisa mengundang kemalangan. Intinya, bubur melambangkan pengharapan yang buruk untuk tahun baru. Jadi, sebaiknya simpan dulu resep bubur ayam favoritmu.

Labu

Soal labu, masalahnya ada pada pelafalan. Dalam bahasa Mandarin, labu disebut "nangua". Bunyi "gua"-nya dianggap mirip dengan penyebutan untuk kematian. Karena kemiripan bunyi itulah, segala olahan berbahan labu kerap dihindari. Daripada mengambil risiko, lebih baik pilih sayuran lain yang tak kalah nikmat.

Kepiting

Si seafood bercapit ini memang menggoda. Tapi, coba perhatikan cara jalannya. Kepiting berjalan menyamping, bukan maju ke depan. Nah, dalam filosofinya, hal itu dianggap melambangkan jalan di tempat atau tidak ada kemajuan. Untuk menyambut tahun baru, tentu harapannya adalah melangkah maju. Jadi, mungkin ganti saja dengan udang atau ikan yang melambangkan kelimpahan.

Mie yang Dipotong

Mie punya makna khusus: panjang umur dan kebahagiaan yang berkelanjutan. Bayangkan saja, satu helai mie yang panjang tak putus. Itulah simbolnya. Kalau kamu memotong-motong mie itu, sama saja dianggap memutus harapan akan umur panjang. Makanya, sajikan mie dalam keadaan utuh. Biarkan panjang dan tidak terputus.

Salak

Buah ini kulitnya unik, mirip sisik ular. Dan itu justru jadi masalah. Kulitnya yang tajam dan bersisik diartikan sebagai tantangan atau rintangan hidup yang berat. Menyantap salak di momen Imlek dianggap bisa membawa energi yang mempersulit perjalanan di tahun mendatang. Ada banyak buah lain yang lebih bersahabat, kok, seperti jeruk mandarin yang melambangkan keberuntungan.

Jadi, itulah beberapa pantangan makanan berdasarkan kepercayaan. Memang, bagi sebagian orang, ini adalah tradisi dan simbolisme semata. Tapi tak ada salahnya menghormati. Lagipula, pilihan makanan untuk pesta Imlek masih sangat banyak dan lezat-lezat. Yang penting, suasana kebersamaan dan sukacita tetap menjadi hidangan utama di hari yang spesial ini.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar