Malam itu, di sebuah ballroom Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, suasana khidmat menyelimuti acara Puncak Perayaan Natal Nasional Partai Demokrat. Di atas panggung, Susilo Bambang Yudhoyono Ketua Majelis Tinggi partai tersebut menyampaikan pidatonya. Isinya cukup menggelitik. Menurut SBY, tak sedikit negara di dunia ini yang seolah kehilangan arah, terperangkap dalam kegelapan tanpa secercah harapan untuk esok hari.
Pernyataan itu ia lontarkan pada Senin (12/1) malam, di hadapan kader dan undangan yang hadir. Suasana hening sejenak menyambut kata-katanya.
“Bapak, Ibu, dan hadirin yang saya muliakan. Dunia banyak memberikan pelajaran,” ujar Presiden keenam Republik Indonesia itu memulai.
“Banyak negara, banyak bangsa yang hidup dalam kegelapan dan tidak memiliki harapan atas masa depannya.”
Lalu, apa penyebabnya? SBY punya analisis sendiri. Menurutnya, semua berawal dari kegagalan sebuah bangsa menjaga ikatan persaudaraan. Kerukunan yang retak, ujung-ujungnya cuma melahirkan perpecahan. Pertikaian dan permusuhan jadi menu sehari-hari. Situasi seperti itulah yang harus dihindari Indonesia. “Bukan itu pilihan yang mesti dipilih oleh bangsa kita,” tegasnya.
Artikel Terkait
Remaja Bergigi Kawat Ditemukan Tewas di TPU Bekasi, Leher Terjerat Ikat Pinggang
Prabowo Haru di Banjarbaru: Orangtuamu Jauh Lebih Mulia daripada Koruptor
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Kritik Keras Teori Ekonomi Tetes ke Bawah
Dua Wajah Iran: Keras di Depan Publik, Lembut di Balik Layar