Intinya jelas: jangan sampai negeri ini ikut-ikutan menjadi negara yang gagal. Pesannya terdengar seperti peringatan, tapi juga sekaligus harapan.
Di sisi lain, SBY menekankan peran sentral pemerintah dan para pemimpin. Tanggung jawab moral ada di pundak mereka. Tugasnya adalah memastikan bangsa ini tetap bersatu, rukun, dan dipenuhi semangat persaudaraan tidak hanya untuk sekarang, tapi untuk seterusnya.
“Oleh karena itu negara, pemerintah, para pemimpin bertanggung jawab secara moral untuk memastikan bangsa kita ini sampai kapan pun akan tetap rukun, bersatu dengan persaudaraan yang tinggi,” tandasnya menutup segmen pidato tersebut.
Pidato yang berdurasi tidak terlalu panjang itu meninggalkan kesan mendalam. Nuansa reflektif dan kekhawatiran akan masa depan bangsa terasa begitu kuat, disampaikan dengan gaya khas SBY yang tenang namun penuh wibawa.
Artikel Terkait
Remaja Bergigi Kawat Ditemukan Tewas di TPU Bekasi, Leher Terjerat Ikat Pinggang
Prabowo Haru di Banjarbaru: Orangtuamu Jauh Lebih Mulia daripada Koruptor
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Kritik Keras Teori Ekonomi Tetes ke Bawah
Dua Wajah Iran: Keras di Depan Publik, Lembut di Balik Layar