Intinya jelas: jangan sampai negeri ini ikut-ikutan menjadi negara yang gagal. Pesannya terdengar seperti peringatan, tapi juga sekaligus harapan.
Di sisi lain, SBY menekankan peran sentral pemerintah dan para pemimpin. Tanggung jawab moral ada di pundak mereka. Tugasnya adalah memastikan bangsa ini tetap bersatu, rukun, dan dipenuhi semangat persaudaraan tidak hanya untuk sekarang, tapi untuk seterusnya.
“Oleh karena itu negara, pemerintah, para pemimpin bertanggung jawab secara moral untuk memastikan bangsa kita ini sampai kapan pun akan tetap rukun, bersatu dengan persaudaraan yang tinggi,” tandasnya menutup segmen pidato tersebut.
Pidato yang berdurasi tidak terlalu panjang itu meninggalkan kesan mendalam. Nuansa reflektif dan kekhawatiran akan masa depan bangsa terasa begitu kuat, disampaikan dengan gaya khas SBY yang tenang namun penuh wibawa.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tiba di Moskow, Segera Temui Putin untuk Perkuat Kerja Sama Bilateral
Mahasiswa Calon Pastor Hilang Tenggelam di Danau Toba, Pencarian Berlanjut
Pertamina Menanggung Beban Rp60 Triliun per Bulan Akibat Harga BBM yang Ditahan
Islah Bahrawi Kritik Kebijakan Prabowo yang Dinilai Jauh dari Janji dalam Buku Paradoks Indonesia