Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih, baru-baru ini mengungkapkan hal menarik. Menurutnya, Iran punya dua wajah yang berbeda. Di depan publik, nada mereka keras dan penuh kecaman. Tapi di balik layar, pesan yang disampaikan ke pemerintahan Trump ternyata lain sama sekali.
Belakangan ini, memang, pejabat Iran kerap melontarkan kritik pedas. Mereka menuding Presiden Donald Trump berada di balik kerusuhan demonstrasi yang terjadi di negara mereka. Pernyataan-pernyataan itu terus bergema di media internasional, menciptakan kesan permusuhan yang kental.
Namun begitu, Leavitt menyebut ada cerita yang tak terlihat.
“Apa yang disampaikan rezim Iran secara terbuka sangat berbeda dengan pesan-pesan yang mereka sampaikan kepada Amerika Serikat dan pemerintahan Trump secara tertutup,”
Ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Selasa lalu. Sayangnya, Leavitt enggan merinci lebih jauh. Dia tidak membeberkan isi komunikasi rahasia itu, juga tidak menjelaskan bentuk atau perantaranya. Semuanya masih diselimuti kabut.
Klaim ini tentu saja menyisakan banyak tanda tanya. Jika benar, apa motivasi Iran melakukan hal tersebut? Di sisi lain, pernyataan Leavitt bisa jadi bagian dari narasi politik yang lebih luas. Yang jelas, situasinya tak pernah benar-benar hitam putih.
Artikel Terkait
Trump Ancang-ancang Pukul Iran dengan Dua Pukulan: Sanksi 25% dan Ancaman Militer
Ketika Kritik Dibalas Laporan: Ruang Dialog yang Kian Menyempit
Kader PSI Semarang Berontak, Susunan Pengurus Dituding Tak Sesuai Kesepakatan
Tiket Domestik Melambung, Rakyat Terpaksa Kabur ke Luar Negeri