Plafon Kredit Sidi Kumbara Melonjak, UMKM Badung Bisa Pinjam Hingga Rp 100 Juta

- Selasa, 02 Desember 2025 | 15:25 WIB
Plafon Kredit Sidi Kumbara Melonjak, UMKM Badung Bisa Pinjam Hingga Rp 100 Juta

Kabupaten Badung baru saja mengumumkan gebrakan baru untuk para pelaku usaha mikro. Bupati setempat, I Wayan Adi Arnawa, memutuskan untuk menaikkan plafon kredit di program Sidi Kumbara secara signifikan. Kalau sebelumnya maksimal hanya Rp 25 juta, kini usahawan bisa mengajukan pinjaman hingga Rp 100 juta. Langkah ini diharapkan bisa memberi angin segar bagi perkembangan bisnis kecil di wilayah tersebut.

Menurut Adi, keputusan ini tak lepas dari komitmen pemerintah daerah untuk benar-benar berpihak pada usaha mikro. Ia melihat sektor ini sebagai salah satu penggerak ekonomi Badung yang vital. Peningkatan plafon kredit, dalam pandangannya, adalah bentuk dukungan nyata yang diharapkan bisa memacu semangat dan pertumbuhan usaha.

"Ini satu bentuk bahwa komitmen kami kepada masyarakat Badung. Sidi Kumbara ini benar-benar ada keberpihakan dengan usaha mikro yang ada di Badung dan terbukti kami menambah pagu anggarannya, yang awalnya maksimal Rp 25 juta sekarang menjadi Rp 100 juta,"

jelasnya dalam sebuah keterangan tertulis, Selasa lalu.

Ia juga membeberkan target konkret program ini. Untuk tahap kedua, ditargetkan 70 kreditur untuk plafon Rp 100 juta dan 50 kreditur untuk yang Rp 25 juta. "Tentu kita tetap akan melakukan evaluasi dan kita akan kembangkan terus seiring dengan kapasitas fiskal di Kabupaten Badung," tambah Adi.

Yang menarik, semua biaya administrasi dan sejenisnya akan ditanggung oleh pemerintah. Jadi, pengusaha mikro hanya perlu mengembalikan pokok pinjamannya saja. Bupati mengakui, langkah ini masih akan terus dipantau perkembangannya.

"Kedepannya kita juga akan evaluasi, nanti tentu kita akan duduk juga bersama BPD Bali, dengan OJK, BI, termasuk dengan Jamkrida untuk pengembangan ke depan ini. Kalau sekarang 100 bagaimana dampaknya, kalau ternyata memberikan dampak yang cukup besar mungkin kita akan tambah platform lagi,"

ucapnya lebih lanjut.

Di sisi lain, Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung, AA. Ngurah Raka Sukadana, menekankan bahwa masalah permodalan adalah hal yang paling krusial bagi UMKM. Itulah mengapa program seperti Sidi Kumbara digulirkan.

"Melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung bekerjasama dengan PT. BPD Bali membuat dan mengembangkan program subsidi kredit usaha mikro badung sejahtera yang dikenal dengan nama Sidi Kumbara untuk memfasilitasi peningkatan akses permodalan bagi UMKM di Kabupaten Badung yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing serta pendapatan UMKM,"

pungkas Raka Sukadana.

Peluncuran pengembangan plafon ini sendiri sudah dilaksanakan akhir Agustus lalu di Wantilan Serbaguna Karang Dalem II, Desa Bongkasa Pertiwi. Acara itu dihadiri tidak hanya oleh Bupati dan Wakil Bupati, tetapi juga sejumlah pejabat penting. Mulai dari Direktur Utama BPD Bali, perwakilan OJK dan Bank Indonesia, hingga ketua organisasi pengusaha dan perbekel se-Kabupaten Badung. Kehadiran mereka menunjukkan betapa seriusnya dukungan untuk program ini dari berbagai pihak.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar