Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto tampak haru. Ia baru saja menyaksikan langsung pencapaian siswa-siswi Sekolah Rakyat. Acara peresmian 166 sekolah se-Indonesia itu rupanya menyentuh sisi lain sang Presiden. Baginya, momen ini adalah bukti nyata sebuah keberanian negara.
“Coba bayangkan,” ujarnya, suara terdengar bergetar penuh emosi.
“Kalau waktu itu saya dan para menteri tidak ambil sikap berani. Kalau kita tidak memutuskan hal yang mungkin dianggap tidak lazim: membangun sekolah terbaik. Sekolah berasrama khusus untuk mereka yang mungkin sudah kehilangan harapan, anak-anak dari keluarga yang benar-benar tertinggal.”
Prabowo lantas menyampaikan pesan khusus. Pesannya tegas dan blak-blakan, ditujukan langsung ke para siswa yang hadir. Ia mengingatkan mereka untuk tak pernah merasa rendah diri. Latar belakang keluarga, kata dia, bukanlah aib.
“Hormati orangtuamu. Kalau perlu, pulanglah dan sungkem. Cium kaki mereka. Jangan pernah malu.”
Presiden melanjutkan dengan nada lebih keras, “Orangtuamu jauh lebih mulia ketimbang mereka yang pintar tapi koruptor, yang mengkhianati bangsa ini.”
Artikel Terkait
Trump Ancang-ancang Pukul Iran dengan Dua Pukulan: Sanksi 25% dan Ancaman Militer
Ketika Kritik Dibalas Laporan: Ruang Dialog yang Kian Menyempit
Kader PSI Semarang Berontak, Susunan Pengurus Dituding Tak Sesuai Kesepakatan
Tiket Domestik Melambung, Rakyat Terpaksa Kabur ke Luar Negeri