Faktor lain yang patut diwaspadai adalah bibit siklon 91W yang terpantau berkeliaran di Samudra Pasifik utara Papua. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot dengan tekanan udara minimum 1007 hPa. Keberadaannya, ditambah dengan daerah pertemuan angin (konvergensi) yang memanjang di banyak wilayah, dari Riau hingga Papua, semakin mendukung kondisi untuk hujan.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut,”
ujarnya.
Nah, untuk periode 13 sampai 15 Januari 2026, BMKG memetakan prakiraan cuaca seperti ini:
Hujan Intensitas Sedang berpeluang terjadi di banyak daerah. Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, melintang ke Jambi, Sumatera Selatan, hingga Kepulauan Bangka Belitung. Wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, dan tentu saja DKI Jakarta juga termasuk. Di bagian timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, serta hampir seluruh wilayah Papua berpotensi mengalami hujan dengan intensitas yang meningkat dari ringan ke sedang.
Sementara itu, Hujan Lebat Disertai Petir perlu diantisipasi oleh warga di Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, dan Papua Pegunungan. Cuaca ekstrem ini bisa datang tiba-tiba.
Yang juga perlu diwaspadai adalah Hujan Lebat Disertai Angin Kencang. Wilayah yang berpotensi mengalaminya cukup luas, mencakup Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, hingga Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Di pulau Jawa, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta DIY berisiko. Begitu pula Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, dan lagi-lagi hampir seluruh wilayah Papua. Warga di daerah-daerah ini disarankan untuk lebih berhati-hati.
Artikel Terkait
Trump Ancang-ancang Pukul Iran dengan Dua Pukulan: Sanksi 25% dan Ancaman Militer
Ketika Kritik Dibalas Laporan: Ruang Dialog yang Kian Menyempit
Kader PSI Semarang Berontak, Susunan Pengurus Dituding Tak Sesuai Kesepakatan
Tiket Domestik Melambung, Rakyat Terpaksa Kabur ke Luar Negeri