Selasa besok, langit di atas Ibu Kota dan sejumlah wilayah lain masih akan mendung dan diguyur hujan. Menurut BMKG, intensitasnya diperkirakan sedang. Tidak hanya Jakarta, wilayah seperti Aceh dan Sumatera Utara juga bakal merasakan hal serupa.
Lalu, apa penyebabnya? Ternyata ada beberapa faktor yang berperan. Fase negatif El Niño–Southern Oscillation (ENSO) yang mengindikasikan La Niña lemah sedang menguat. Kondisi ini, kata BMKG, bisa menambah pasokan uap air di atmosfer kita, yang pada akhirnya memicu tumbuhnya awan-awan hujan.
Tak cuma itu, suhu permukaan laut di beberapa perairan lokal yang masih hangat juga ikut menyumbang kelembapan.
“Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia. Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia turut memperkaya pasokan uap air,”
jelas Andri Ramdhani, Direktur Meteorologi Publik BMKG, dalam keterangan resminya pada Senin.
Di sisi lain, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih aktif melintasi kawasan timur Indonesia, mulai dari Kalimantan Utara hingga Papua. Kehadirannya ini berpotensi besar mendongkrak pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.
“Selain itu, gelombang ekuator juga terpantau aktif dan dapat memperkuat proses konvektif di sejumlah wilayah. Kombinasi Madden–Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator teramati aktif di Laut Sulu, Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua, Papua Selatan, dan Laut Arafuru, sehingga berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di kawasan tersebut,”
tambah Andri.
Artikel Terkait
Ketika Kritik Dibalas Laporan: Ruang Dialog yang Kian Menyempit
Kader PSI Semarang Berontak, Susunan Pengurus Dituding Tak Sesuai Kesepakatan
Tiket Domestik Melambung, Rakyat Terpaksa Kabur ke Luar Negeri
Lima Video yang Sengaja Disembunyikan Media Barat: Inilah Wajah Iran yang Tak Boleh Anda Lihat