Di tengah hiruk-pikuk Jakarta Barat, tepatnya di kawasan Palmerah, sebuah aksi pencurian motor berujung tembak-menembak terjadi pada Rabu pekan lalu. Polisi kini berhasil mengungkap apa yang mendorong pelaku nekat bertindak begitu berbahaya. Ternyata, sederhana saja: desakan ekonomi untuk melunasi utang.
Kombes Iman Imanuddin, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menjelaskan hal itu dalam jumpa pers, Senin (12/1). Menurutnya, penyelidikan mendalam mengarah pada motif ekonomi belaka.
Namun begitu, polisi belum berhenti di situ. Mereka masih menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas. Bahkan, satu orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Soal utang seperti apa yang memicu aksi nekat ini, polisi mengaku masih mendalami. Fokus mereka saat ini lebih pada tindak pidana yang terjadi, bukan pada sumber pinjamannya. “Untuk utangnya masih kita dalamin ya, karena kita concern pada perbuatan pidana yang bersangkutan,” tambah Iman.
Hingga kini, tiga orang telah diamankan. Mereka adalah VV (33) dan RC (43) yang bertindak sebagai eksekutor lapangan. Sementara satu lainnya, AA (31), diduga berperan sebagai penadah barang curian.
Kasus ini ternyata cuma puncak gunung es. Polisi mendasarkan penanganannya pada empat laporan, namun masih ada 19 laporan lain dalam tiga bulan terakhir di wilayah Jakarta Barat dan Timur yang diduga terkait dengan kedua pelaku utama ini. Ketiganya kini menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Artikel Terkait
SBY Peringatkan Bahaya Perpecahan di Puncak Natal Demokrat
SBY Buka Suara: Saya Hanya Pengganti AHY di Pesta Natal Demokrat
KPK Periksa Wakil Katib PWNU DKI Terkait Skema Kuota Haji Khusus
Kereta Api Kuasai Arus Liburan Akhir Tahun di Jogja