Senin kemarin, suasana di enam kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berubah jadi lautan. Genangan air merendam ribuan rumah warga. Tercatat, tak kurang dari 2.033 unit rumah terendam banjir.
Menurut penjelasan Satriyo Nurseno, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, bencana ini berawal dari hujan deras yang mengguyur sejak Desember lalu. Tapi, itu bukan satu-satunya penyebab.
"Ada faktor air kiriman dari Waduk Gondang yang bikin debit Sungai Bengawan Jero melonjak," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (12/1).
Akibatnya, pada Rabu, 17 Desember 2025 sekitar pukul delapan pagi, air perlahan-lahan mulai merayap naik. Jalan poros desa pun tak bisa menghindar, berubah menjadi aliran air.
Merespon situasi ini, Pemkab Lamongan pun tak tinggal diam. Mereka menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi. Status itu sendiri, kata Satriyo, masih dalam proses perpanjangan hingga saat ini.
Di sisi lain, ada kabar yang bisa dibilang lumayan. Kondisi genangan di sejumlah titik terpantau stabil, tidak bertambah parah. Cuaca juga mulai mendukung.
"Cuaca terpantau cerah berawan, pengungsi nihil, korban nihil," katanya memberi penjelasan singkat.
Tim gabungan dari BPBD provinsi dan kabupaten terus siaga. Mereka memantau terus ketinggian air di Sungai Bengawan Jero dan titik-titik genangan. Upaya teknis juga dilakukan, seperti mengaktifkan dua unit pompa di Rumah Pompa Kalitengah dan membuka pintu air untuk mengurangi debit.
Artikel Terkait
Tembakan Ricuh di Palmerah, Dua Pelaku Pencurian Motor Diamankan dengan Luka Tembak
Pindahkan Saja Gunungnya: Celoteh Gimah yang Viral di Tengah Duka Semeru
Operasi Senyap di Pelabuhan Pomako: Tiga Pengedar Narkoba Digulung
Prabowo Ingatkan Pemimpin: Kalau Maling, Anak Buah Tak Semangat