Wilayah-Wilayah yang Terendam
Banjir ini menyebar cukup luas. Di Kecamatan Kalitengah, delapan desa terdampak dengan ratusan rumah terendam. Desa Jelakcatur dan Somosari termasuk yang parah, dengan genangan mencapai puluhan rumah. Persawahan di Desa Bojoasri seluas 20 hektar pun ikut terendam.
Kecamatan Turi juga tak kalah parah. Enam desanya kebanjiran, dengan Desa Putat Kumpul mencatat kerusakan terbesar: 231 rumah warga digenangi air.
Sementara di Karangbinangun, genangan lebih tersebar di enam desa dengan puluhan rumah terdampak per desa. Pola serupa terlihat di Kecamatan Deket dan Glagah, di mana air merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian bervariasi antara 5 hingga 20 sentimeter.
Sedikit lega, kondisi di Kecamatan Lamongan sendiri dilaporkan sudah surut.
Kerugian yang Terjadi
Secara total, dampaknya cukup signifikan. Selain 2.033 rumah warga yang tergenang, satu fasilitas publik vital juga ikut terdampak: RSUD Soegiri. Meski genangan air saat ini stabil, pemulihan total tentu membutuhkan waktu dan usaha ekstra dari semua pihak.
Artikel Terkait
BMKG Ungkap Penyebab Hujan Masih Guyur Ibu Kota hingga Aceh
Banjir Surut di Jalan NIS, Tapi Kubangan Masuk ke Pemukiman
Viral di Medsos: 335 Triliun untuk Makan Siang atau 3,3 Juta Sarjana Gratis?
BNPB Targetkan Huntara Sumut Rampung Sebelum Ramadan 2026