Luka dan Penyesalan The Kid LAROI yang Mengguncang Hati dalam WITHOUT YOU

- Jumat, 21 November 2025 | 07:40 WIB
Luka dan Penyesalan The Kid LAROI yang Mengguncang Hati dalam WITHOUT YOU

Tanpamu: Mengupas Lirik Menohok The Kid LAROI dalam 'WITHOUT YOU'

Di tahun 2020, dunia musik dihadiahi sebuah lagu yang langsung menyita perhatian. Adalah The Kid LAROI, musisi muda asal Australia, yang meluncurkan single bertajuk 'WITHOUT YOU'. Lagu bergenre alternative ini ternyata menjadi salah satu track andalan di albumnya yang memuat 35 lagu. Beberapa judul lain yang tak kalah menarik antara lain WISH YOU WELL, NEED YOU MOST (So Sick), dan tentu saja WRONG.

Lagu ini bercerita tentang luka dan penyesalan. Rasanya seperti ada yang terpotong dari diri sendiri, dan kini aku harus berdarah-darah menanggungnya. Ditinggalkan sendiri, tanpa dirimu. Sungguh, terbayangkah bagaimana hidup ini harus berjalan tanpa kehadiranmu?

Bagian verse berikutnya semakin dalam menusuk. "Aku tak percaya kau tak mau percaya padaku," keluhnya. Semua alasanmu tak lagi berarti. Dia mengakui kehilangan kendali, meski tak bermaksud begitu. Kini semuanya jelas, tapi yang ada hanya pengulangan luka yang sama. Dan semuanya sudah terlanjur, tinggal dikubur dalam kenangan.

Lalu ada pengakuan pahit yang jujur. "Tak mungkin menjadikan pelacur sebagai istri," ujarnya blak-blakalan. Meski begitu, ada penyesalan yang dalam. Mencari kata untuk meminta maaf ternyata sulit sekali. Yang tersisa hanyalah ketakutan untuk sendiri.

Bagian chorus yang ikonik pun kembali mengulang lirik yang sama. Pengulangan yang justru mempertegas rasa kehilangan yang mendalam. Seakan-akan luka itu tak pernah benar-benar pergi, terus berputar dalam pikiran.

Bridge lagu ini menyajikan vokal adlib yang emosional. "Oh-oh, whoa-oh," bergema berulang, seakan mewakili jeritan hati yang tak terucapkan. Tanpamu, tanpamu. Hanya dua kata itu yang mampu terucap.

Di bagian akhir, ada pengakuan jujur tentang betapa sulnya melanjutkan hidup sendiri. Melepasmu ternyata lebih menyakitkan lagi. "Andai saja kita bisa memperbaiki semuanya," harapnya. Tapi nyatanya, yang terjadi justru sebaliknya.

Lagu ini ditutup dengan repetisi chorus dan vokal yang semakin menghanyutkan. Sebuah akhir yang pas untuk menggambarkan betapa rasa kehilangan bisa begitu mengakar dan tak mudah untuk dilupakan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar