Manusia Akan Ditandai Pada Akhir Hayatnya
Sutoyo Abadi
Malam Jumat, tepatnya Kamis 8 Januari lalu, sekelompok teman menggelar diskusi. Acara yang dihelat Kajian Politik Merah Putih itu bernuansa pengajian, tapi obrolannya cukup dalam. Dari situ, muncul satu poin menarik yang patut direnungkan.
Sebagai orang yang mengaku beragama, kadang kita perlu jeda sejenak. Ambil napas, lalu mendekatkan diri pada ayat-ayat Allah. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 9, misalnya, dijelaskan tentang orang-orang munafik. Mereka mengira bisa menipu Allah dan orang beriman. Padahal, tanpa disadari, mereka sebenarnya cuma menipu diri sendiri.
Ayat itu ternyata punya sambungan. Di Surah Al-‘Alaq, Allah berfirman:
Kata kuncinya ada di sini: nasiyah. Itu istilah Arab untuk ubun-ubun, bagian depan kepala kita.
Memang, Al-Qur’an bukan buku pedoman kedokteran. Tapi isinya seringkali memberi petunjuk yang bikin kita ternganga. Fakta ilmiah masa kini ternyata banyak yang selaras, salah satunya soal fisiologi kebohongan. Dan area utamanya? Yaitu otak bagian depan, persis di balik dahi atau ubun-ubun tadi.
Yang menarik, Al-Qur’an secara spesifik menyebut nasiyah sebagai area yang “mendustakan lagi durhaka”. Bagi banyak ulama dan ilmuwan, ini bukan kebetulan. Ini mukjizat. Bayangkan, pengetahuan detail tentang fungsi spesifik otak seperti itu mustahil diketahui manusia 1.400 tahun silam.
Nah, dari kacamata sains modern, penelitian neurosains sudah mengonfirmasi hal serupa. Korteks prefrontal yang letaknya di belakang dahi memegang peran krusial. Fungsinya macam-macam: merencanakan sesuatu, mengambil keputusan, dan yang relevan dengan pembahasan kita: menahan kebohongan.
Saat seseorang berbohong, area ini justru aktif banget. Di sinilah juga pusat motivasi dan agresi bersemayam.
Artikel Terkait
Prabowo Terkesima, Hampir Menangis Saat Saksikan Kehebatan Murid Sekolah Rakyat
Diplomat Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB di Tengah Badai Geopolitik
Prabowo di Banjarbaru: Jangan Malu Orang Tuamu Buruh atau Petani
Prabowo Tepis Teori Menetes ke Bawah: Kesejahteraan Rakyat Bukan Cuma Angka Pertumbuhan