Senin malam lalu, suasana Hotel Harper Palembang tampak berbeda. Bukan acara biasa yang berlangsung, melainkan buka puasa bersama yang dihadiri puluhan pemuda. Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Sandi Nugroho, hadir langsung memimpin acara itu, duduk satu meja dengan perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP), Cipayung Plus, dan mahasiswa dari berbagai kampus se-Sumsel.
Bagi Sandi Nugroho, acara ini jelas lebih dari sekadar silaturahmi bulan Ramadan belaka. Ia melihatnya sebagai sebuah langkah pendekatan. Dialog dengan generasi muda, menurutnya, adalah kunci untuk membangun kolaborasi yang efektif.
"Harkamtibmas bukan hanya tugas Polri," tegasnya dalam sambutan.
"Ini tanggung jawab kita bersama. Dari forum seperti inilah akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang menentukan arah bangsa."
Pernyataan itu disampaikannya di hadapan para peserta buka puasa, didampingi sejumlah pejabat utama Polda setempat. Ia meyakini, stabilitas keamanan mustahil tercipta hanya dengan mengandalkan aparat. Perlu keterlibatan aktif semua pihak, dan di sinilah peran krusial pemuda dimulai.
Menurut Kapolda, mahasiswa dan organisasi kepemudaan punya posisi strategis. Mereka bukan sekadar kelompok massa, melainkan kekuatan moral dan agen perubahan. Pengaruh mereka dalam membentuk opini publik dan menjaga suasana sosial agar tetap kondusif, sungguh tak bisa dipandang sebelah mata.
Kegiatan yang berlangsung pada 23 Februari itu, seperti dikonfirmasi ke redaksi, memang sengaja dirancang sebagai bagian dari upaya Polri membangun kemitraan. Gagasan besarnya sederhana: mencegah masalah sebelum terjadi, dengan melibatkan generasi muda sebagai mitra strategis.
Jadi, acara buka puasa itu hanyalah sebuah pintu. Awal dari percakapan yang diharapkan bisa terus berlanjut, jauh setelah Ramadan usai.
Artikel Terkait
Debit Air PAM Jaya Menurun Imbas Pemeliharaan Gardu Listrik, Warga Mulai Menampung Air
Menkop Dorong Koperasi Perluas Partisipasi Petani Tebu demi Perkuat Industri Gula Nasional
Pelatihan Vokasional Kemensos Bangkitkan Kepercayaan Diri Difabel Pati Kini Hidup Mandiri dari Usaha Jahit
Kepulan Asap di Terminal 2 Bandara Soetta akibat Kendaraan Ground Handling, Aktivitas Penerbangan Normal