Kondisi remaja Indonesia yang ditahan di Yordania itu ternyata jauh lebih rumit. KL, begitu ia disamarkan, bukan cuma tersangkut kasus terorisme. Dari keterangan keluarganya, remaja 16 tahun ini sudah lama bergulat dengan masalah kesehatan mental yang serius. Ia didiagnosis ADHD dan mengalami depresi berat, jauh sebelum tangannya diborgol aparat.
Menurut sejumlah saksi yang dihubungi keluarga, gangguan psikologisnya sudah berlangsung lama. Ini bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul. Kondisi itu secara perlahan menggerogoti stabilitas emosi dan perilakunya sehari-hari.
Ibu KL, dalam percakapan terpisah, mengonfirmasi hal itu. Ia menyebut putranya sebenarnya sudah menjalani perawatan psikiatri sebelum akhirnya ditangkap pada pertengahan Mei lalu.
"Setiap hari dikasih obat anti depresi dan obat penenang. Tapi, tidak ada pendampingan langsung dari psikiater,"
Ujarnya lirih. Kekhawatiran sang ibu bukannya tanpa alasan. Laporan terbaru menyebut kondisi psikis KL malah kian memburuk di balik jeruji.
Artikel Terkait
Dua Mahasiswa UI Minta Maaf, 16 Orang Diselidiki atas Dugaan Pelecehan Seksual
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Terkait Kasus Pemerasan
Warga dan Petugas Bersihkan Kanal Penuh Sampah di Makassar untuk Antisipasi Banjir
Kejaksaan Agung Mutasi Sejumlah Pejabat, Termasuk Kajati Sulawesi Selatan