Kondisi remaja Indonesia yang ditahan di Yordania itu ternyata jauh lebih rumit. KL, begitu ia disamarkan, bukan cuma tersangkut kasus terorisme. Dari keterangan keluarganya, remaja 16 tahun ini sudah lama bergulat dengan masalah kesehatan mental yang serius. Ia didiagnosis ADHD dan mengalami depresi berat, jauh sebelum tangannya diborgol aparat.
Menurut sejumlah saksi yang dihubungi keluarga, gangguan psikologisnya sudah berlangsung lama. Ini bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul. Kondisi itu secara perlahan menggerogoti stabilitas emosi dan perilakunya sehari-hari.
Ibu KL, dalam percakapan terpisah, mengonfirmasi hal itu. Ia menyebut putranya sebenarnya sudah menjalani perawatan psikiatri sebelum akhirnya ditangkap pada pertengahan Mei lalu.
"Setiap hari dikasih obat anti depresi dan obat penenang. Tapi, tidak ada pendampingan langsung dari psikiater,"
Ujarnya lirih. Kekhawatiran sang ibu bukannya tanpa alasan. Laporan terbaru menyebut kondisi psikis KL malah kian memburuk di balik jeruji.
Artikel Terkait
Gubernur Kaltim Jelaskan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Ditempatkan di Jakarta
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Semarang Hari Ini, 27 Februari 2026
Kreator Konten di Gowa Didenda Rp1 Miliar karena Siarkan Ilegal BYON Combat
Mahasiswi UIN Suska Riau Diserang Senjata Tajam di Ruang Sidang Kampus